Abdul Mu’ti : Ekstremisme Bukanlah Bagian dari Islam

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 28 Desember 2016 12:03 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID BANDUNG – Islam adalah agama yang benar karena berlandaskan pada kitab Al-Qur’an yang haq. Segala perihal tentang kehidupan dunia maupun akhirat sudah tercantum di Al-Qur’an, oleh sebab itu Al-Qur’an juga disebut sebagai pedoman hidup umat Islam.

Umat Islam harus tetap selalu menggali ilmu tentang keislaman serta meningkatkan iman dan taqwa agar menjadi pemeluk Islam yang kaffah. Seperti yang disampaikan oleh Abdul Mu’ti, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, pada Tausyiah Akbar PDM Bandung yang bertempat di Perguruan Muhammadiyah Antapani Bandungdengan mengangkat tema “Terorisme Terjadi Bukan Karena Islam”, Ahad (25/12).

“Umat Islam itu ummatan wasathan, umat tengah yang moderat. Umat yang litakunu syuhadaa a ‘alannas, kelompok yang senantiasa mengedepankan sikap-sikap yang santun, sikap-sikap wasathiyah,” kata Mu’ti Lebih lanjut Mu’thi menjelaskan bahwa Islam adalah agama yang di dalamnya tidak terdapat ruang untuk unsur ekstremisme, baik ekstremisme sekular maupun spiritual. Ekstremisme bukan bagian dari Islam karena karakter itu bertentangan dengan karakter Islam itu sendiri,” ujar Mu’ti.

“Di Islam ada habluminallah dan habluminannas, yang menunjukkan bahwa Islam itu seimbang, dan tidak ada unsur ekstrim atau condong ke satu titik tertentu. Karena dalam Islam, apapun yang dilakukan adalah bernilai ibadah” tambah Mu’ti.

Menurut Mu’ti,  yang terjadi saat ini adalah  pertarungan antara kelompok yang anti agama dengan kelompok yang menganggap agama itu penting, dan sekarang dunia berpihak kepada sebuah realita bahwa agama itu penting. Misalnya riset-siret dari berbagai disiplin ilmu saat ini, menunjukkan bahwa orang-orang yang punya iman itu hidupnya lebih bahagia daripada yang tidak punya iman.

“Dalam buku yang berjudul “Born to Believe”, menunjukkan bahwa manusia terlahir dalam keadaan membawa iman, hal ini tentu sesuai dengan ajaran Islam bahwa manusia memiliki fitrah iman sejak dilahirkan. Kesesuaian ini pula yang membuat agama Islam semakin berkembang,” tutup Mu’ti. (adam)

Reporter : Nisa/Raipan

Shared:
Shared:
1