Tiga Profesor, dan Sembilan Doktor Akan Menjadi Pembicara pada Dapiwil Muhammadiyah Sulsel

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 27 Desember 2016 11:42 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, MAKASSAR– Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sulawesi Selatan akan mengadakan Darul Arqam dan Pelatihan Instruktur (Dapiwil) Muhammadiyah Sulawesi Selatan pada 27 Desember 2016 hingga 2 Januari 2017 bertempat di Kampus Universitas Muhammadiyah Makassar.

“Kegiatan ini nantinya akan diikuti oleh utusan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Sulsel dengan tema Melahirkan Pembina Visioner untuk Meneguhkan Identitas Kader,” kata Amir MR Ketua Panitia Dapiwil.

Amir memaparkan nantinya akan ada tiga professor, sembilan doktor, dan beberapa kyai yang aka menjadi pembicara dalam kegiatan tersebut, diantaranya Prof Musafir Pababbari (Rektor UIN Alauddin Makassar), Prof Ambo Asse (Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Alauddin/ Ketua Muhammadiyah Sulsel), dan Prof Irwan Akib (mantan Rektor Unismuh Makassar/Sekretaris Muhammadiyah Sulsel).

Kemudian, Sembilan doktor yang dimaksud adalah Dr Abdul Rahman Rahim (Rektor Unismuh Makassar/Ketua Majelis Ekonomi Muhammadiyah Sulsel), Dr Syaiful Saleh (Ketua BPH Unismuh Makassar/Wakil Ketua Muhammadiyah Sulsel), Dr KH Mustari Bosra (Wakil Ketua Muhammadiyah Sulsel), Dr KH Abdullah Renre (Wakil Ketua Muhammadiyah Sulsel), Dr KH Alwi Uddin (Wakil Ketua Muhammadiyah Sulsel), Dr Syarifuddin Jurdi (dosen/penulis buku), Dr HM Ramli Haba (Ketua Tapak Suci Putra Muhammadiyah Sulsel), Dr Abbas Baco Miro (Sekretaris Majelis Tarjih Muhammadiyah Sulsel), dan Dr Mahsyar Idris (Majelis Tarjih Muhammadiyah Sulsel).

Pembicara lain yaitu, KH Iskandar Tompo (Wakil Ketua Muhammadiyah Sulsel), KH Mawardi Pewangi (Dekan FAI Unismuh Makassar/Wakil Ketua Muhammadiyah Sulsel), Abdul Rachmat Noer SE MM (mantan Ketua Pemuda Muhammadiyah Sulsel), Asep Purnama Bachtiar SAg MAg, dan Muhammad Azis ST MSc.

“Tujuan digelarnya acara ini tidak lain untuk memajukan kader Muhammadiyah yang berada di Sulawesi Selatan agar lebih menguasai ilmu dakwah sehingga dapat menjadi kader militant unggul yang nantinya akan menjalankan estafet kepemimpinan,” jelas Amir. (syifa)

 

Sumber : PWM Sulsel 

Shared:
Shared:
1