Hajriyanto : MDMC dan Lazismu Bagaikan Dua Keping Mata Uang

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 26 Desember 2016 13:30 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA- Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) hari ini telah berkembang dengan maju dan sangat pesat sehingga menjadi lembaga penanggulangan becana terbesar di Indonesia di luar milik pemerintah. Hal itu diungkapkan Hajariyanto Y Thohari, Ketua PP Muhamamdiyah ketika ditemui redaksi muhammadiyah.id, Jum’at (23/12).

Mantan wakil ketua MPR RI periode 2009-2014 ini menjelaskan bahwa kemajuan MDMC didukung oleh dua faktor yang menjadi dasar gerakannya selama ini yakni faktor Ideologis dan faktor organsisasi Muhamamdiyah yang sudah merata di seluruh Indonesia.

“Secara ideologis MDMC ini merupakan kelanjutan langsung dari ideologi PKO (Penolong Kesengsaraan Oemoem), jadi penerus spirit PKO-nya KH Ahmad Dahlan itu MDMC, penerus ideologi Al-Maun-nya  KH Ahmad DAhlan itu MDMC, walhasil MDMC adalah kegiatan dan gerakan Muhammadiyah yang paling otentik,” paparnya.

Kedua, MDMC didukung oleh faktor organsisasi Muhamamdiyah yang sudah merata di seluruh Indonesia. “Maka MDMC sangat cepat dan sangat lancar dalam membentuk satuan-satuan tugas pertolongan karena didukung oleh faktor infrastruktur Muhammadiyah dari pusat, wilayah, daerah, cabang, ranting, dan juga amal usaha Muhammadiyah terutama di bidang kesehatan dan pendidikan” lanjut Hajri.

Dalam penanggulangan bencana, Hajriyanto menambahkan,  peran MDMC juga didukung oleh Lazismu yang selain mempunyai tugas tunggal, yakni menghimpun zakat, infaq, shadaqah, dan wakaf. juga menyediakan pendanaan bagi kegiatan-kegiatan MDMC.

Menurutnya MDMC merupakan ujung tombak yang melakukan aksi-aksi dan bantuan pertolongan di lapangan sementara Lazismu sebagai penyedia dana dalam mendukung akifitas tersebut. 

“Walhasil MDMC dan Lazismu seperti dua keping mata uang, Lazismu sebagai penyedia dana sekaligus merupakan motor yang menghimpun dana itu dari zakat, infaq, shadaqah dan MDMC adalah ujung tombak yang bekerja di lapangan dari tahap tanggap darurat, rehabilitasi dan rekonstruksi,” jelas Hajriyanto.

Hajriyanto juga berharap, ke depannya MDMC tidak perlu dan bahkan tidak diperbolehkan mencari dana, demikian juga Lazismu tidak perlu melaksanakan program tetapi bekerja tunggal menghimpuan zakat infaq dan shadaqah, sehingga pada 2017-2018 pembagian kerja dan tugas Lazismu dan MDMC akan menjadi kongkrit. (mona)

 

Reporter : Raipan Rifansyah

Berita Nasional

Shared:
Shared:
1