Muhammadiyah Pakistan Paparkan Permasalahan Umat Islam Saat Ini

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 26 Desember 2016 13:11 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, ISLAMABAD- Pimpinan Cabang Istimewa  Muhammadiyah (PCIM) Pakistan mengadakan refleksi menuju akhir tahun pada Minggu (25/11). Acara yang berlangsung di kediaman Ustadz Ikhwan Mujahid, Dewan Penasihat PCIM Pakistan tersebut diawali dengan ramah tamah, dilanjutkan dengan rentetan acara tadabbur ayat Al-Qur’an, kajian hadits arba’in, dan bincang santai antar anggota mengenai permasalahan umat islam saat ini. 

Dalam pertemuan tersebut turut membahas Q.S. Annisa ayat 83 yang disampaikan oleh Agus Hidayatullah. Agus dalam pemaparannya menjelaskan bahwasannya ayat ini memuat dan mengajarkan tentang bagaimana etika serta tata cara bagi seorang muslim dalam menyikapi suatu berita yang ia terima.

“Suatu hal yang sudah menjadi trend di kalangan  umat Islam saat ini adalah mudahnya men-share  berita atau kabar yang diterima kepada satu sama lain tanpa memperhatikan dari mana sumbernya juga tanpa mengklarifikasi bagaimana kebenaran berita tersebut,” terang Agus.

Lanjut Agus, hal yang demikian ini menurut Imam Asy Syaukani merupakan kelemahan umat muslim dalam menerima suatu kabar.

“Populernya sosial media yang sangat mudah dijangkau oleh setiap individu saat ini, menjadi salah satu faktor utama yang memudahkan tersebarnya berita-berita tanpa diketahui secara pasti kebenarannya (dibaca: hoax),” ujar Agus.

Kembali dijelaskan Agus, menurut Ibnu Katsir dan Ibnul Al-Jauzy, ayat ini menjelaskan tentang kisah Rasulullah SAW dan sahabatnya Umar bin Khattab yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas, yaitu pada suatu ketika Rasulullah SAW sedang mengasingkan diri dari para istrinya. Namun datanglah suatu berita yang sudah tersiar di kalangan masyarakat bahwasannya Rasulullah SAW telah menceraikan istri-istrinya yang pada akhirnya sampailah berita tersebut ke telinga Umar bin Khattab.

Tapi,  Umar bin Khattab sebagai sahabat nabi tidak langsung mempercayainya dan menanyakan kejelasan berita tersebut kepada Rasulullah SAW. Namun Rasulullah SAW menyangkal adanya berita tersebut.

“Kisah ini menunjukan kepada kita tentang sikap sahabat yaitu Umar bin Khattab yang segera mengklarifikasi berita yang ia dapatkan, dan secara tidak langsung Rasulullah menyuruh kita untuk selalu berhati-hati kepada segala berita yang didapat,” tegas Agus.

Lanjut Agus, dalam ayat tersebut jelas sekali bahwa Allah SWT  memerintahkan hambanya untuk bertabayyun, yaitu mencari kebenaran suatu kabar sampai ke sumbernya dan menyerahkan perkara yang tidak diketahuinya itu kepada ‘ulil amri.

“Beberapa ulama berpendapat bahwasannya ulil amri dalam ayat ini adalah para pemimpin pasukan, ulama dan penguasa yang kompeten juga menguasai suatu masalah di bidang tertentu serta bisa memberikan pendapatnya dengan bijak.,” terang Agus.

Kembali dijelaskan Agus, dalam hadits yang diriwiyatkan Imam Muslim disebutkan "cukuplah seseorang dianggap sebagai pembohong, jika dia menyampaikan setiap berita yang didengar". “Larangan dalam menyebarkan berita dengan tergesa-gesa, secara tidak langsung disebutkan dalam ayat ini, karena hal yang demikian akan menyebabkan keresahan, dan kegelisahan hati bahkan dapat memunculkan fitnah di kalangan masyarakat,” terang Agus.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Ikhwan Mujahid turut menyampaikan tausyiahnya mengenai perkara iman dan taqwa. Terdapat beberapa poin yang disampaikan Ikhwan,bahwakita sebagai seorang muslim harus selalu berpatokan kepada Al-Qur’an dan As-sunnah dalam bertindak.

“Dan yang berkewajiban untuk menyampaikan ayat Allah SWT dan hadits Rasulullah SAW agar selalu meneliti dan hati-hati terhadap hadits-hadits yang sudah populer di masyarakat namun sebetulnya dha’if atau bahkan maudhu’,” terang Ikhwan.

Ikhwan juga berpesan kepada kader-kader Muhammadiyah untuk berhati-hati dalam berpolitik, karena menurutnya politik jika disalah maknakan dapat memecah belah ummat. “Banyak pihak yang tidak suka dengan pergerakan umat Islam, sehingga mereka mencoba untuk memecah belah umat Islam dengan segala cara mereka, salah satunya yaitu melalui politik,” terangnya.

Selain itu, Ikhwan juga menambahkan kepada da’i-da’i Muhammadiyah untuk memperhatikan metode da’wah yang benar, salah satunya adalah dengan tidak mengangkat permasalahn khilafiyah di kalangan umum, karena bisa berdampak kepada perpecahan umat.

“Karena sesungguhnya seorang muslim itu adalah saudara bagi umat muslim yang lainnya,” tutup Ikhwan. (adam)

Kontributor : Fahmi Wira Angkasa

               

 

Shared:
Shared:
1