Jangan Mendistorsikan Kepentingan Pribadi dalam Bermuhammadiyah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 26 Desember 2016 12:46 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SURABAYA - Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Universitas Airlangga (Unair) menyelenggarakan Darul Arqom Dasar atau biasa disebut sebagai DAD pada tanggal 23 hingga 25 Desember 2016 bertempat di SD Muhammadiyah 1 GKB Gresik.

DAD merupakan jenjang pertama dalam perkaderan sekaligus langkah kedua setelah Masta atau masa ta’aruf untuk menyelami organisasi IMM secara khusus, dan pemahaman Islam dan Muhammadiyah secara umum.

Abdul Mushawwir, ketua DPD IMM Jawa Timur menghimbau kepada seluruh kader IMM untuk dapat ber-IMM secara kaffah.

“Hal yang harus dilakukan adalah memahami Islam secara utuh, kemudian pemahaman Muhammadiyah, dan baru menghayati tri kompetensi dasar yang menjadi ruh IMM yaitu Religiusitas, Intelektualitas, dan Humanitas. Karena ketika kita terjun di IMM maka secara bersamaan kita juga ber-Muhammadiyah sekaligus ber-Islam,” ujar Abdul.

Mengingat apabila kita melihat fakta yang terjadi di lapangan, bahwa tidak sedikit niat ber-Muhammadiyah lambat laun terdistorsi oleh kepentingan pribadi. Niat yang seharusnya untuk perjuangan Muhammadiyah telah bergeser menuju kepentingan materi dan terburuk adalah sebagai alat tunggangan untuk menuju kursi kekuasaan.

“Tentu hal ini menyalahi apa yang telah dipesankan oleh KH. Ahmad Dahlan untuk para kader penerus Muhammadiyah, yaituy “Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah,” terang Abdul.

Sehingga, diharapkan output dari kegiatan DAD tersebut nantinya terjewantahkan oleh kegiatan RTL (rencana tindak lanjut) atau follow up dari DAD ini, dan diharapkan para kader baru IMM memiliki peneguhan ideologi Islam, Muhammadiyah, dan IMM tanpa terganggu oleh kepentingan pribadi. (adam)

Kontributor : Moh. Wahyu Syafi’ul

Shared:
Shared:
1