`Aisyiyah Pastikan Tujuan SDGs Berpihak pada Perempuan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 21 Desember 2016 04:40 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) merupakan seperangkat tujuan dan target pembangunan yang disepakati oleh para pemimpin negara anggota PBB termasuk Indonesia.

Disampaikan Siti Noordjanah Djohantini, Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, bahwa ‘Aisyiyah yang usianya sudah mulai memasuki abad kedua ingin terus meneguhkan agar perempuan bisa berkiprah lebih luas lagi, dan membantu mengambil peran untuk memperbaiki permasalahan yang ada di Indonesia.

“Bila kita melihat SDGs dan MDGs itu lekat dengan wajah perempuan. Bagaimana tentang hambatan dan persoalan perempuan. Maka disini hadir narasumber yang kompeten, kita bersama-sama bicara soal perjuangan bagaimana untuk kesejahteraan yang sama bagi laki-laki dan perempuan”, tutur Noor dalam Dialog Publik yang diselenggarakan PP ‘Aisyiyah, pada Rabu (21/12) bertempat di Universitas ‘Aisyiyah.

Lanjut Noor, melalui dialog tersebut diharapkan para peserta akan lebih memahami secara komprehensif tentang tujuan, target, indikator SDGs yang tentunya akan memperbaiki masalah-masalah yang ada di Indonesia.

Terdapat dua narasumber yang hadir dalam dialog tersebut, diantaranya Diah S, Saminarsih Staf Khusus Menteri Kesehatan Bidang Peningkatan Kemitraan dan SDGs, dan Destri Handayani dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas).

Disampaikan Diah bahwa penting bagi anak muda untuk ikut andil dalam pencapaian SDGs karena sesungguhnya tujuan-tujuan SDGs adalah untuk memperbaiki masa sekarang untuk masa depan yang lebih baik. “ Bicara soal kesehatan dan perempuan ini terkait dengan goals 3 dan 5 yang merupakan tujuan SDGs untuk masa depan perempuan. Menjadi penting pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi diketahui oleh semua pihak,” terang Diah.

Sementara itu, Destri mengatakan, tujuan SDGs kali ini lebih komprehensif dibanding dengan Milenium Development Goals (MDGs). Dikatakannya, dalam pembuatan tujuan SDGs lebih mendengarkan semua pihak sehingga masalah yang tadinya tidak muncul ke permukaan menjadi muncul.

 “Mengapa tujuan SDGs no one left behind, karena kita mengakomodir semua kepentingan. Seperti yang tadinya netral gender sekarang lebih sensitive gender, artinya mengakomodasi kepentingan laki-laki dan perempuan yang berbeda itu,” terang Destri. (adam)

 

Shared:
Shared:
1