Muhammadiyah Akan Bangun Klinik Apung “Said Tuhuleley”

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 21 Desember 2016 23:40 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Muhammadiyah melalui Lembaga Zakat Infaq dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) tengah membangun Klinik apung ‘’Said Tuhuleley’’. Klinik apung terssebut dibangun di atas sebuah kapal pesiar berukuran sekitar 3,5 meter x 33 meter. Klinik ini nantinya menurut Andar Nubowo, Direktur Utama Lazismu akan memberi pelayanan kesehatan kepada kaum miskin di wilayah kepulauan Maluku hingga Papua secara periodik.

“Saat ini, pembangunan klinik apung ‘’Said Tuhuleley’’ tengah diselesaikan di sebuah galangan kapal di kawasan Cilincing, Jakarta Utara. Diharapkan, kapal bisa dioperasikan pada saat sidang Tanwir Muhammadiyah , Februari 2017 di Ambon,” terang Andar, Rabu (21/12).

Kembali disampaikan Andar, emilihan nama Said Tuhuleley untuk klinik apung bukanlah sebuah kebetulan. Sebab, Said dikenal sebagai pejuang kaum marginal di lingkungan Muhammadiyah. “Semasa menjadi Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) hingga berpulang pada 9 Juni 2015 lalu, Said gigih menjalankan berbagai program peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin,” ucap Andar.

Tidak hanya masyarakat miskin yang berduka dengan meninggalnya Said. Muhammadiyah pun merasa sangat kehilangan kader terbaik yang getol membumikan konsep ‘’dakwah sosial’’ itu dalam praktik sehari-hari itu. Untuk menghidupkan semangat melayani kaum dhuafa, Muhammadiyah menetapkan ‘’Said Tuhuleley’’ sebagai nama klinik apung tersebut.  

Sementara itu, Adi Rosadi, Marketing Komunikasi Lazismu mengatakan, klinik apung ini nantinya akan beroperasi di kawasan-kawasan 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal), salah satunya yaitu di Kepulauan Ambon. “Karena berdasarkan data Kementrian Kesehatan (Kemenkes) tahun 2014,Provinsi Maluku jumlah tenaga kesehatannya terendah se Indonesia, yaitu hanya 1% dari total jumlah tenaga kesehatan se Indonesia,” terang Adi ketika dihubungi redaksi Muhammadiyah.or.id, Rabu (21/12).

Pembangunan klinik apung ‘’Said Tuhuleley’’ menghabiskan dana sekitar Rp 2 miliar. Biaya tersebut hanya meliputi konstruksi kapal, belum termasuk peralatan medisnya. Sumber dana diperoleh dari masyarakat yang menyalurkan donasinya melalui Lazismu. (adam)

 

Berita Nasional

 

Shared:
Shared:
1