Dahnil : Pilihlah Pemimpin yang Memiliki Integritas

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 20 Desember 2016 20:59 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANJARNEGARA – Disampaikan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak , dalam memilih seorang pemimpin, harus lah pemimpin yang memiliki integritas.

Salah satu indikasinya,menurut Dahnil yaitu mereka yang tidak akan memenangkan pemilihan dengan melakukan suap atau money politik.

“Sesungguhnya kerusakan suatu Negara itu bukan karena komunisme ataupun liberalisme. Namun karena para pemimpinya sudah kehilangan integritasnya. Kehilangan moralnya. Mereka tunduk pada uang. Mereka sujud pada uang,” tegas Dahnil, Minggu (18/12) pada Sarasehan dan Temu Alumni Angkatan Muda Muhammadiyah di Gedung Pengajian Istiqomah Banjarnegara.

Menurutnya, uang suap ini akan menjadi akar kerusakan suatu Negara atau daerah. Sebab pemimpin yang mengandalkan pada uang, hanya akan mengabdi pada uang. Dan bila uang yang menjadi Tuan, maka rusaklah suatu Negara atau suatu daerah.

Bila suatu daerah miskin, tidak sejahtera rakyatnya, kata Dahnil, itu bukan karena dari sananya. Sebab tidak ada suatu Negara atau suatu wilayah yang ditakdirkan miskin dan rakyatnya tidak sejahtera. Atau suatu wilayah yang ditakdirkan kaya raya. Hal tersebut lebih dikarenakan salah kelola para pemimpinya.

“Tidak ada suatu Negara atau wilayah dimanapun yang diberikan Tuhan langsung makmur atau ditakdirkan miskin. Kemiskinan dan ketidaksejahteraan yang terjadi lebih dikarenakan pemimpinnya yang salah urus,” ujarnya.

Ditambahkan Dahnil, konstruksi kebudayaan suatu bangsa juga ikut menentukan kemajuan bangsa tersebut. Bangsa dengan nilai-nilai kebudayaan tinggi seperti disiplin, dan komitmen tinggi, lebih berpotensi menjadi bangsa yang besar. Daripada bangsa dengan karakter sebaliknya, tidak disiplin, dan komitmen rendah. Dan Indonesia, tegasnya, ada pakar yang menyebut memiliki karakter yang belakang.

“Oleh karena itu syarat suatu daerah bila ingin maju adalah memiliki pemimpin yang berintegritas dan memilik instrument kebudayaan yang mendukung pembangunan seperti disiplin dan berkomitmen tinggi,” jelas Dahnil. (adam)

Kontributor : Eko Budi Raharjo/Ketua MPI PDM Banjarnegara

Shared:
Shared:
1