Kemandirian Para Difabel Dapat Didukung dengan Pendidikan Berkelanjutan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 18 Desember 2016 01:19 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID YOGYAKARTA – Muhammadiyah merupakan gerakan yang ramah dan santun pada semua kalangan. Muhammadiyah juga selalu bisa beradaptasi dalam segala bidang dan secara aktif memberikan ide-ide solutif terkait masalah tertentu.

Muhammadiyah melalui Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) PP Muhammadiyah telah berhasil menginisasi gerakan ramah difabel dengan membentuk Komunitas Sahabat Difabel (KSD). Hal itu menjadi bukti bahwa Muhammadiyah merupakan organisasi yang santun dan ramah terhadap semua kalangan.

“Muhammadiyah dan MPM harus semakin meningkatkan kualitas diri agar tetap bisa melayani kebutuhan umat,” ujar Lathifah Iskandar, Ketua PP ‘Aisyiyah Bidang Ekonomi pada agenda peluncuran program  KSD MPM PP Muhammadiyah (18/12).  

Keberhasilan MPM PP Muhammadiyah, kata Lathifah, ialah mampu konsen dan fokus dalam membantu kaum difabel dari ranah advokasi hingga fasilitas.

“MPM PP Muhammadiyah telah berhasil menggagas undang-undang tentang difabel dan juga berhasil menciptakan fasilitas untuk difabel, yaitu komunitas ini,” tambah Lathifah.

Komunitas menjadi wadah yang sangat tepat untuk mengembangkan kemampuan para difabel. Karena dengan hal itu, para penyandang difabel bisa saling menguatkan dan tidak merasa sendiri. Kemudian kemandirian para difabel dapat didukung dengan pendidikan yang diberikan terus menerus.

“Sehingga, marilah kita bersama-sama mendampingi teman-teman difabel dalam memberikan arahan dan pendidikan,” tutup Lathifah. (nisa)

Shared:
Shared:
1