Umi Aliyah Kembali Emban Amanah Menjadi Direktur RSML

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 16 Desember 2016 22:17 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, LAMONGAN – Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan (RSML) kembali melakukan regenerasi, kali ini aktivis Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Lamongan, Umi Aliyah kembali diamanahi sebagai Direktur RSM Lamongan. Acara pelantikan Direktur RSML tersebut digelar pada Rabu (14/12) di Auditorium RSML.

“Kepemimpinan adalah amanah atau tugas yang dipercayakan dan harus dilaksanakan dengan ikhlas semata-mata mengharapkan ridho Allah SWT. Untuk masa amanah satu periode kedepan perlu didukung oleh tata kelola dan kepemimpinan di elemen organisasi rumah sakit (Pemilik - Pendiri – Penyelenggara - Pengelola – Pelaksana) yang tertuang dalam kebijakan dasar dan operasional,” tutur Umi dalam sambutannya.

Selanjutnya, Umi berharap Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur (Jatim) untuk memberikan arahan yang akan menjadi pedoman bagi RSML dalam melaksanakan amal kerja nya dimasa kini dan masa yang akan datang. “Semoga usaha ikhtiar kami mewujudkan RSML sebagai kebanggaan warga Muhammadiyah dan seluruh masyarakat yang membutuhkan dapat tercapai dan di ridhoi oleh Allah SWT, ” harapnya.

Umi yang memimpin RSML Lamongan sejak 2012 telah meraih beberapa prestasi diantaranya membuat RSML sebagai rumah sakit tipe B, diraihnya akreditasi paripurna versi 2012 dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), diraihnya sertifikasi halal dari MUI pada instalasi gizi, penambahan asset lahan tanah seluas lebih kurang 20.000 meter persegi (direncanakan untuk pengembangan RSML dan  masjid), penambahan tempat tidur (TT) dengan telah dioperasikannya gedung AR Facrudin sehingga kapasitas TT meningkat dari 157 TT menjadi 250 TT, kerjasama dengan BPJS Kesehatan sejak September 2014, dalam pelaksanaan program BPJS ini RSML berfungsi sebagai rumah sakit rujukan bagi faskes umum maupun klinik klinik milik persyarikatan dan masih banyak kemajuan lainnya.

“Kedepannya RSML akan mengembangkan SDM berkarakter Islami dan profresional, membangun budaya organisasi ikhlas, itqon, istiqomah, sabar, tertib, waqtihi (istawa), menjadi keunggulan dalam pelayanan, meningkatkan keselamatan pasien, manajemen resiko, dan peningkatan rumah sakit lainnya,” tutup Umi. (syifa)

 

Kontributor : Bayu S

 

Shared:
Shared:
1