Pemuda Muhammadiyah Jabar Didorong Lebih Mandiri

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 16 Desember 2016 22:08 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANDUNG - Pemuda Muhammadiyah sebagai kader penerus, penyempurna dan pelangsung Persyarikatan Muhammadiyah harus tumbuh sebagai pribadi yang mandiri baik dari sisi pemikiran, sikap dan kehidupan sosial ekonomi.

“Itu semua hanya mungkin jika nilai-nilai Muhammadiyah dipahami dengan baik dan benar, sehingga dari sisi berpikir, bersikap dan kehidupannya benar-benar mandiri,“ujarKetua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Barat, IuRusliana, disela-sela acara Baitul Arqam Madya dan Pelatihan Instruktur Wilayah PWPM Jabar yang bekerjasama dengan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Tasikmalaya di Villa Osamarais Tasikmalaya, pada tanggal 8 hingga 11 Desember 2016.

Lu Rusliana mengatakan, seorang kader yang mandiri, selain dari sisi pemikiran, juga harus mandiri dari sisi kemampuan ekonomi. Karena itu, sebagai rencana tindaklanjut, alumni kegiatan tersebut akan diberikan tugas untuk melaksanakan kegiatan serupa di tempat berbeda dan juga ada materi penguatan bidang keinstrukturan. Selain itu nantinya ada pelatihan khusus bidang kewirausahaan.

“Yang baru mau akan diberikan pelatihan kewirausahaan, yang udah akan dibantu modal dan pemasaran, jadi tergantung persoalannya apa, kita dukung. Ini proyeksi jangka panjang era kepengurusan kami, bertahap dan dilaksanakan secara berkesinambungan,” kata dia memberitahukan.

Dalam kesempatan ini, Iu Rusliana menjelaskan, disegani mengandung makna agar para kader muda Muhammadiyah Jawa Barat mampu menjaga integritas dirinya, sehingga tidak tergoda oleh anasir negatif yang selalu mengganggu arah dakwah Muhammadiyah.

“Jaga integritas, kuatkan ideologi dan akrablah dengan media massa. Pastikan gagasan cerdas kader muda mampu disebarkan, sehingga kader muda dikenal pemikirannya dan disegani oleh aktivis organisasi kepemudaan lainnya,” tegas dosen Aqidah dan Filsafat UIN Bandung tersebut.

Oleh karena itu, Iu Rusliana pun mendorong semua pimpinan di daerah untuk melakukan komunikasi dan kerjasama dengan media massa setempat dan memaksimalkan fungsi media sosial yang dimiliki PWPM Jabar.

“Bersinergilah dengan banyak pihak, dengan media massa, dengan pemerintah, ormas, agar kita bisa saling membesarkan. Perlihatkan bahwa kita memiliki kapasitas diri di atas rata-rata. Dengan latarbelakang pendidikan para kader yang pada umumnya sudah sarjana, bahkan ada yang sudah S2 bahkan doktor, saya kira ini potensi luar biasa,” jelasnya.

Pemuda Muhammadiyah, lanjut Iu Rusliana, membangun bangsa, umat dan persyarikatan ini dengan ilmu dan amal. “Semangatnya jihad fi sabilillaah. Kami rela berkorban jiwa raga. Dasarnya Alquran dan Sunnah. Ini kekuatan luar biasa pemuda. Coba kita resapi mars Pemuda Muhammadiyah,” tegas dia lagi.

Berkemajuan dalam perspektif Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat, terang Iu Ruslianaadalah, pemuda harus selalu terdepan, inisiator, inovator dalam ikhtiar memecahkan persoalan keumatan dan kebangsaan. Pemuda juga, katanya, harus tampil sebagai kekuatan pembenahan dan perbaikan juga memajukan Amal Usaha Muhammadiyah di Jawa Barat. “Ini komitmen kami dan tentu saja untuk itu semua, kader-kadernya harus siap, bukan asal membenahi. Kadernya harus benar-benar siap ilmu dan integritasnya,” tandasnya.(adam)

 Kontributor : Ridlo/MPI PWM Jabar

 

Shared:
Shared:
1