Milad UMS ke 58, Tampilkan Kolosal Kisah Hidup AR Fachruddin

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 16 Desember 2016 18:21 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SURAKARTA –Tidak ada persoalan yang tidak dapat diselesaikan” kutipan kalimat tersebut hingga saat ini masih membekas baik dikalangan Muhammadiyah maupun masyarakat pada umumnya oleh sosok Abdul Rozak (AR) Fachruddin, yang merupakan Mantan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Sosok yang sederhana, humoris, dan ulama yang memiliki intelektual tinggi menjadikan sosok AR Fachruddin sebagai panutan bagi sebagian orang. Perjalanan kisah hidup seorang AR Fachruddin pada Kamis (15/12) malam dipentaskan dalam sebuah karya Drama Kolosal “AR Fachruddin” yang digagas oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam rangka Milad UMS ke 58.

Dijelaskan Bambang Sugiarto selaku asisten sutradara pementasan tersebut, banyak hal yang menarik dari perjalanan sosok hidup AR Fachruddin. “Dalam kepemimpinan AR Fachruddin sangat lah luar biasa. Beliau sering disebut Kiai Ndeso, meskipun demikian pemikiran-pemikiran beliau sebagai Kiai banyak mengambil perhatian masyarakat,” ujar Bambang, ketika ditemui redaksi Muhammadiyah.or.id, Kamis (15/12) malam.

Salah satu penggalan kisah AR Fachruddin yang dituangkan dalam drama kolosal yang berdurasi 1,5 jam tersebut yaitu ketika AR Fachruddin mengirimkan surat kepada Yohanes Paus Paulus ketika berkunjung ke Yogyakarta dengan menggunakan bahasa Jawa.

“Meskipun sempat mendapatkan cemoohan dari berbagai kalangan, karena surat AR Fachruddin yang menggunakan bahasa Jawa, yang dianggap seorang Paus tidak paham dengan bahasa Jawa. Namun akhirnya surat tersebut diterima Paulus dan membalasnya kepada AR Fachruddin dengan ucapan terimakasih, sehingga membuat orang-orang yang mencemooh AR terkaget-kaget dengan balasan surat tersebut,” terang Bambang.

Meskipun hanya lulusan Kelas 2 tsanawiyah, sosok AR Fachruddin mampu membawa Muhammadiyah berkembang dan maju. “Waktu beliau ditunjuk menjadi Ketua PP Muhammadiyah, AR sempat setres dan shock selama 3 bulan. Meskipun demikian, masa jabatan AR sebagai Ketua PP Muhammadiyah paling lama jika dibandingkan dengan Ketua-Ketua sebelum dan sesudahnya, bahkan lebih lama dari masa kepemimpinan KH Ahmad Dahlan yang notabene sebagai pendiri Muhammadiyah,” pungkas Bambang.

Sementara itu, Uud Iswayudi selaku Sutradara pementasan tersebut menjelaskan bahwa perjalanan hidup AR Fachruddin tidak lah cukup diceritakan hanya dengan waktu 1,5 jam. “Semoga dengan waktu yang terbatas ini, penonton tetap dapat mengambil pelajaran hidup dari sosok AR Fachruddin yang sederhana, humoris, namun memiliki pemikiran yang luar biasa,” ujar Uud.

Dosen Ilmu Komunikas UMS tersebut juga menjelaskan bahwa pementasan tersebut didukung oleh 100 pemain, yang terdiri dari berbagai kelompok teater yang ada di Kota Surakarta, diantaranya teater anak, perkumpulan teater Surakarta, mahasiswa UMS, dan juga berbagai kalangan dari masyarakat Surakarta.

Acara drama kolosal yang diselenggarakan di GOR UMS tersebut menurut Uud pertama kalinya diusung oleh UMS. “Harapan kedepannya pementasan-pementasan serupa dapat terus ditampilkan, baik dalam rangkaian Milad UMS, maupun dalam kegiatan-kegiatan lainnya,” tutup Uud. (adam)

Redaktur : Dzar Al-Banna

Shared:
Shared:
1