Haedar : BerMedia Sosial, Tetap Junjung Etika dan Akhlak Mulia

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 15 Desember 2016 22:58 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Banyak hal positif yang didapat dalam berinteraksi dengan media sosial (medsos). Namun tak jarang medos juga dapat menggiring pada perilaku-perilaku negatif, salah satunya dalam berujar.

“Medsos jika salah digunakan dapat menghilangkan kebijakan dalam berperilaku,” ucap Haedar, Rabu (14/12) ketika mengisi pengajian ba’da dzuhur di Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah Cik Ditiro Yogyakarta.

Perilaku dalam bertutur dimuka umum harus lah sama ketika bertutur di media sosial, harus mengedepankan etika dan akhlak mulia. “Ketika salah bertutur dimuka umum saja dapat digiring ke pengadilan, apalagi ketika salah berujar di medsos, ditambah lagi saat ini penegakan UU ITE tengah dilakukan,” terang Haedar.

Masyarakat saat ini hidup di alam yang bebas, salah satunya yaitu bebas dalam bermedia sosial. Haedar mengatakan, bahwa saat ini media sosial (medsos) telah menjadi bagian dari struktur sosial yang baru.

“Media sosial yang dulu hanya maya, kini menjadi nyata, sehingga medsos kini merupakan bagian dari struktur sosial di masyarakat,” ujar Haedar,

Lanjut Haedar, bahkan saat ini medsos telah melebihi relasi sosial secara langsung, sehingga kerap menunjukkan perilaku-perilaku yang tidak pantas. “Kita harus tetap menunjukkan akhlak yang agung dalam bermedia sosial,” tutup Haedar. (adam)

 

Redaktur : Dzar Al-Banna

Shared:
Shared:
1