Muhammadiyah Bentuk Himpunan Ilmuwan Muhammadiyah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 15 Desember 2016 17:36 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID. JAKARTA – Kongres Ilmuwan Muhammadiyah (KIM) yang dilangsungkan di Universitas Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA) Jakarta Rabu (13/12) siang menghasilkan beberapa keputusan yang diharapkan dapat meningkatkan potensi keilmuan Indonesia. KIM ini juga berfungsi membangun jejaring antar ilmuwan Muhammadiyah agar dapat mengoptimalkan potensi-potensi yang selama ini belum terlihat.

Himpunan Ilmuwan Muhammadiyah (HIM) menjadi nama yang disepakati dalam KIM sebagai media berjejaring antar ilmuwan yang berasal dari berbagai elemen akademik Muhammadiyah. Peresmian nama ini dilangsungkan pada Kongres tersebut.

“Telah terpilih sembilan formatur untuk pembentukan struktur Himpunan Ilmuwan Muhammadiyah dan Prof. Tono Saksono ditunjuk sebagai ketuanya,” ujar Sekretaris Islamic Science Research Network, Adi Damanhuri ketika diwawancarai  Muhammadiyah.or.id via telepon Rabu (13/12) malam.

Sesuai dengan tiga komisi yang ada di kongres, tambah Adi, maka HIM ini juga memiliki tiga tujuan, yaitu mengembangkan ilmu pengetahuan berbasis Al-Quran dan Sunnah, mengidentifikasi potensi ilmuwan muhammadiyah dan meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi ilmiah Muhammadiyah.

Lanjut Adi, kongres ini merupakan bentuk kegelisahan dan wujud nyata progresifitas Muhammadiyah ketika melihat PTM-PTM memiliki ranking yang masih terbilang masih rendah di mata dunia. “Sekarang kita harus melihat dengan jangkauan dunia, bukan lagi Indonesia,” kata Adi.

Selain ranking, kondisi pendidikan dan kurangnya publikasi karya juga menjadi dasar agar Muhammadiyah segera membangun jejaring antar ilmuwan Muhammadiyah.

“PTM saat ini berjumlah 172, pasti ada di setiap PTM itu dosen S2 atau S3 yang ilmuwan,” tambah Adi.

Adi juga menilai bahwa potensi kontribusi ilmuwan Muhammadiyah untuk Indonesia sangatlah tinggi, dibuktikan dengan jumlah PTM yang banyak dan disiplin keilmuannya yang sangat beragam.

Selain itu, tujuan dari Kongres Ilmuwan Muhammadiyah yaitu untuk menghimpun semua potensi yang ada agar semua aset Muhammadiyah dapat masuk dalam radar dunia dan menghasilkan karya-karya akademis yang juga bermanfaat untuk pembanguna  peradaban umat manusia di dunia.

“Di tengah keterbatasan dana pendidikan dan penelitian yang ada, upaya untuk menyatukan visi agar semua upaya sumberdaya manusia Muhammadiyah dapat bekerja sama meningkatkan kuantitas dan kualitas pengajaran dan penelitiannya secara efisien dan efektif,” ujar Adi.

Adi juga menyampaikan bahwa agenda terdekat HIM adalah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang akan diadakan pada 17 Januari mendatang. (adam)

 

Kontributor : Fathurrahman

 

 

 

Shared:
Shared:
1