Enam Tradisi BAM Ala PDM Kota Metro

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 14 Desember 2016 21:45 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, METRO- Majelis Pendidikan Kader (MPK) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Metro kembali melanjutkan safari Baitul Arqom Muhammadiyah (BAM). BAM kali ini diselenggarakan di Gedung SD Aisiyah Metro Selatan, Sabtu – Ahad (10 – 11/12) dengan mengangkat tema “Membangun kader Persyarikatan Metro Selatan yang Militan dan Berkemajuan”.

Disampaikan Khoeroni, Ketua MPK PDM Metro, safari BAM yang diselenggarakan memiliki tujuan untukmendidik penggerak – penggerak baruMuhammadiyah. Muhammadiyah lanjut Khoeroni, sebagai gerakan dakwah Islam harus mampu menjadikan Islam berkemajuan dan berkeadaban.

“Kita melihat gegap gempita Muhammadiyah di Metro tidak lepas dari kerja keras kader. Akan tetapi dibalik gemerlap gerakan tersebut harus diikuti kolektivitas riil. Saya risau jika gaungnya besar namun yang menggaungkan hanya hitungan jari,” ujar Khoeroni.

Sementara itu, Ali Mustofa selaku MOT (Master Of Training) mengatakan, terdapat enam tradisi yang harus dijaga dalam kegiatan BAM. Pertama peserta tidak akan lulus administrasi jika tidak mengikuti semua season materi. Kedua peserta sedapat mungkin berasal dari ranting di kecabangan penyelenggara setempat. Ketiga Penyelenggaraan BAM tingkat 1 dilakukan oleh MPK Cabang. Keempat Pemateri diusahakan ada yang berasal dari kecabangan penyelenggara. Kelima tempat perkaderan tidak dibuat mewah. Keenam peserta harus menginap atau tidak boleh pulang kerumahnya selama masa perkaderan.

“Enam tradisi inilah yang ingin kami pertahankan untuk menjaga kualitas output perkaderan Muhammadiyah,” pungkas Ali.  (adam)

Kontributor : Nuni Nuryamah

 

Shared:
Shared:
1