Busyro Muqoddas Sapa Warga Muhammadiyah di Bali

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 13 Desember 2016 07:03 WIB

DENPASAR, MUHAMMADIYAH.OR.ID –  Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Busyro Muqoddas, menyempatkan diri menyapa para anggota dan pimpinan Muhammadiyah se Bali di Mushola Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bali, Jalan Imam Bonjol 51 Denpasar, dalam kunjungannya ke Bali, Senin malam (12/12).

Busyro mengatakan, banyak ekonomi yang berkembang di Indonesia tapi dikuasai oleh pihak tertentu saja. Karena banyak yang bermain di dalamnya.

“Banyak orang melakukan suap, karena ingin memperoleh kekayaan dengan singkat, dan dari itu banyak bermunculan penggoda agar mau disuap dan menyuap,” ujar Busyro.

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut mengatakan, jika umat Islam hanya diam, negeri ini hanya akan terus-terusan dikuasai oleh segelintir orang. “Umat Islam khususnya warga Muhammadiyah harus bangkit, dan penting bagi umat Islam untuk memahami kondisi ekonomi Indonesia, jangan sampai ekonomi kita terus berada ditangan orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” tegas Busyro.

Kekayaan Indonesia harus dipelajari dari segi kelautan atau manapun. Dijelaskan Busyro,  bila disisi laut, Indonesia bisa menghasilkan kekayaan negara hingga 7200 triliyun setiap tahunnya, sedangkan APBN negara 2000 triliun.

“Seharusnya Indonesia akan makmur, jika hasil sumber daya alamnya dapat dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat, namu apa kenyataanya ? Kekayaan tersebut hanya milik penguasa dan pemilik modal,” pungkasnya.

Lanjut Busyro, maka dari itu umat Islam perlu membaca kekayaan itu. “Selain itu, penting adanya transparansi di pemerintahan dalam pengelolaan ekonomi Indonesia, salah satunya yaitu terkait APBD,” jelasnya.

Busyro juga mengatakan, Indonesia perlu dipimpin oleh pemimpin yang shidiq, amanah, fathonah, tabligh, dengan itu maka Indonesia akan mengalami perubahan-perubahan termasuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh bangsa Indonesia.

“Indonesia punya panduan dalam bernegara diatur dalam UUD 1945, terkait nilai-nilai moral dan akhlak, hukum itu dibuat untuk rakyat, bukan rakyat untuk hukum, tapi fenomena sekarang ini terbalik,” tutup Busyro.

Pada kesempatan yang sama Ketua PWM Provinsi Bali, Aminullah mengatakan kehadiran Busyro Muqoddas ke Bali yakni memberikan pencerahan kepada warga Muhammadiyah Bali soal pergerakan dakwah Muhammadiyah Bali khususnya di bidang hukum. “Ilmu dan pencerahan dari pak Busyro sungguh akan sangat mempengaruhi geliat pergerakan Muhammadiyah di Bali,” ujarnya.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Seluruh pimpinan Muhammadiyah Bali, serta pimpinan Daerah Muhammadiyah se Bali, sesepuh Muhammadiyah Bali dan pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah di Bali. (dzar)

 

 

Reporter: Adam Qodar/ Red: Dzar Al Banna

Shared:
Shared:
1