Abdul Mu’ti: Skenario Indonesia Kedepan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 05 Maret 2012 23:00 WIB

Bangsa Indonesia yang sangat besar ini, merupakan bangsa yang hingga kini masih utuh. Namun keutuhan ini jangan membuat kita menjadi lengah. Bisa saja bangsa ini sesungguhnya terancam oleh berbagai hal yang bisa saja datang tanpa diduga. Karenanya dibutuhkan antisipasi sejak dini atas persoalan bangsa tersebut.

 

Pernyataan tersebut disampaikan Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti dalam acara penutupan Empat Pilar Bangsa yang diselenggarakan di Park Hotel Jakarta, Senin (5/3) malam. Menurut Mu’ti  saat ini kita terancam oleh bubarnya bangsa karena bisa saja habis terkeping-keping. “Bisa saja kekuatan-kekuatan di dalam merusak keutuhan bangsa ini,” katanya. Bahkan menurutnya, kondisi bangsa kita yang berpulau-pulau ini bisa saja menjadi terpisah-pisah satu sama lain. Karena bagaimanapun menurut Mu’ti sifat primordialisme bisa menjadi kekuatan.

 

Selain itu, Mu’ti mengingatkan bahwa bisa saja bangsa ini tetap utuh, tetapi di dalam Negara ini mengalami kebangkrutan. “Jadi Indonesia boleh utuh, tetapi di dalam kita bangkrut,” ujarnya. Kebangkrutan yang dimaksud adalah munculnya berbagai persoalan moralitas bangsa yang semakin minim. Bagaimana kemudian orang-orang yang ada di dalamnya berbuat semaunya, hingga membuat bangsa menjadi bangkrut.

 

Namun, ke depan Indonesia sebenarnya justru bisa bangkit dan terus maju. Yang menjadi kekuatan saat ini menuju kebangkita adalah memperkuat empat pilar kebangsaan, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar Republik Indonesia tahun 1945, NKRI dan Bineka Tunggal Ika. Keempat pilar ini bisa membuat bangsa ini tetap bertahan dan tetap utuh. Sebab keempat pilar ini memberikan dasar yang sangat kokoh bagi terbangunnya bangsa yang besar.

 

Selain itu, kuat dan majunya bangsa ini juga tidak lepas dari peran dan kontribusi dua Ormas besar di negeri ini yang telah hadir sebelum bangsa ini ada. Kedua Ormas itu adalah NU dan Muhammadiyah. “Kedua Ormas ini selalu konsisten untuk senantiasa mempertahankan keutuhan bangsa dan selalu berkontribus dalam berbagai hal,” terangnya.

 

Oleh karenanya, ketika ada Pelatihan untuk Pelatih empat pilar bangsa dengan mengambil segmen dua Ormas besar yaitu NU dan Muhammadiyah, maka dalam pandangan Mu’ti ini merupakan langkah tepat dan strategis. “Jika dulu penataran P4 selalu pesertanya pejabat, saat ini justru sosialisasi empat pilar pesertanya adalah masyarakat, artinya ini sebuah kemajuan besar,” katanya.

 

Hanya saja Mu’ti berpesan agar apa yang dilatihkan tidak berahir dalam aspek kognitif saja, tetapi dapat terwujud dalam perilaku keseharian. “Dan saya kira NU dan Muhammadiyah dengan adanya kegiatan ini, tidak hanya akan mengamalkan tetapi juga mensosialisasikannya lagi kepada ummat di bawah,” pungkasnya.

 

Reporter: Roni Tabroni

Shared:
Shared:
1