Pradana Boy, Kader Muhammadiyah yang Dipercaya Menjadi Duta Perdamaian Antar Agama Dunia

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 10 Desember 2016 20:01 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, WINA – Pradana Boy Zulian yang merupakan Mantan Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Jawa Timur, kinimendapatkan amanah besar untuk menjalankan misi sebagai International Fellow in Interreligious Dialogue.

Pradana yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum PC IMM Malang Raya tersebut kini mendapat amanah untuk menjadi duta perdamaian antar agama dunia. Pada 26 November hingga 5 Desember lalu Pradana Boy bersama duta-duta perdamaian antar agama dunia dari berbagai negara dan agama menjalankan forum pertamanya di Wina, Austria.

"Kita sebagai duta bertugas untuk secara intensif membicarakan persoalan-persoalan penting yang sering menjadi penghalang terjadinya hubungan yang harmonis antar agama dan kebudayaan di dunia," ujar Pradana ketika dihubungi kontributor Muhammadiyah.or.id, Rabu  (7/12).

 Lulusan National University of Singapore (NUS) tersebut juga menjelaskan, pada kegiatan yang sekaligus menjadi forum pertama para duta pergamaian agama tersebut, para tokoh berbagai agama di dunia dipersilahkan untuk mengemukakan pandangan dan pemahaman mereka selama ini terhadap agama lainnya.

"Mereka dipersilahkan untuk mengemukakan pandangannya terhadap agama lainnya tentang isu-isu sensitif yang seringkali menyebabkan konflik," jelas Kepala Pusat Studi Islam dan Filsafat (PSIF) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini.

Lanjut Pradana,  berbagai isu sensitif tidak lepas dari perbincangan, seperti soal konflik Palestina-Israel, atau isu tentang pembantaian ras (genocide), di Myanmar.

"Tujuan utama kita adalah solusi, jadi mencari jalan keluarnya dan mengkampanyekan perdamaian, sehingga ketika timbul ketegangan karena munculnya isu-isu sensitif, itu tidak lantas mengganggu forum dialog tersebut," terangnya.

Dalam forum pertama di Wina, Austria, tercatat berbagai agama yang diwakili oleh para peserta, selain Islam, peserta juga berasal dari agama Kristen (baik Protestan maupun Katholik), Yahudi, Hindu, Budha, dan Sikhisme.

International Fellow in Interreligious Dialogue diprakarsai oleh King Abdullah bin Abdulaziz International Center for Interreligious and Intercultural Dialogue (KAICIID), sebuah lembaga berpusat di Wina, Austria yang sering disebut sebagai IGO (Inter-Governmental Organization), yaitu sebuah lembaga internasional yang didirikan oleh beberapa negara.

Ketika ditanya terkait peluang dakwah Muhammadiyah dalam forum tersebut Boy mengatakan bahwa Muhammadiyah memiliki peluang yang sangat besar untuk turut andil.

 "Muhammadiyah sebagai gerakan yang moderat dan punya andil untuk menyerukan perdamaian serta toleransi intra dan antaragama punya visi yang sejalan dengan program ini,” ujarnya. (adam)

 Kontributor : ekp/ubay

Shared:
Shared:
1