Adakan Seminar Internasional, UMM Gandeng University Sains Malaysia

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 03 Maret 2012 13:49 WIB

 

Malang- Jurusan Hubungan Internasional (HI) Universitas Muhammadiyah Malang membuat terobosan lagi. Kali ini HI UMM mendatangkan beberapa mahasiswa dan dosen dari USM (Universiti Sains Malaysia) untuk suatu kerjasama, Selasa (28/02). HI UMM mengadakan seminar internasional bersama yang bertema “Kearifan Lokal dalam Membangun Hubungan Indonesia-Malaysia”. Seminar kali ini juga juga dihadiri mahasiswa HI dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Universitas Jember (Unej), dan Universitas Brawijawa Malang.

 

Tujuan seminar bersama UMM dan USM ini untuk menjalin kerjasama dalam bidang pendidikan. Mohammad Zaini Abu Bakar PhD, Penyerasi Rancangan Hubungan Etnik USM mengungkapkan bahwa pendidikan menjadi jalan tepat dalam mempererat hubungan Indonesia-Malaysia. “Dalam bebagai sistem kedua negara juga harus diperbaiki, karena kadang-kadang hubungan kita dalam keadaan sejuk, kadang juga panas,” katanya.

 

Zaini menambahkan, aspek kerjasama ini bisa di kembangkan dengan membentuk suatu kompetiti yang kuat. Dengan pendidikan hubungan kedua negara ini bisa semakin membaik. Selain itu tujuan kedatangan adalah bagaimana kerjasama itu bisa dibangun dengan kemajuan yang selaras.

 

Selain itu dalam diskusi akademik para dosen kedua negara tersebut membicarakan tentang pertukaran mahasiswa program Strata Satu yang akan dikembangkan menjadi progam akademik. Bagi mahasiswa semester akhir beasiswa juga bisa berbentuk melanjutkan skripsi di USM, dengan syarat judul yang sama.

 

Dalam Keynote Speech dengan tema ”Kearifan Lokal dalam Pengaruh Globalisasi”, yang Dr. Vina Salviana menjelaskan segala sesuatu sudah direkayasa oleh globalisasi itu sendiri, kadang globalisasi juga bisa memperkeruh suasana.“Kita adalah bangsa yang kontemporer dan tidak mungkin bisa membebaskan dari pengaruh globalisasi. Kita tahu globalisasi dengan sendirinya berpengaruh terhadap hubungan antar bangsa, termasuk hubungan antar bangsa Indonesia dan Malaysia,” jelas Kepala Prodi Magister Sosiologi.

 

Senada dengan hal itu Dekan FISIP UMM, Dr. Wahyudi mengatakan bahwa globalisasi tidak bisa kita hindari, namun harus ada konsekuensi yang akan diterima dari globalisasi itu sendiri. Wahyudi menambahkan untuk selalu menunjukkan nilai-nila lokal sebagai bangsa Indonesia, tetap menerima globalisasi tersebut tapi tanpa mengesampigkan budaya lokal.

 

Ketua Jurusan HI FISIP UMM, Tony Dian Effendy, berharap dari acara impian antara mahasiswa Indonesia dan mahsiswa Malaysia untuk lebih meningkatkan kerjasama, persahabatan dan menuju kemajuan bersama bisa terwujud melalui bidang pendidikan. 

Shared:
Shared:
1