Abdul Fatah Wibisono: Muhammadiyah Siap Sosialisasikan Empat Pilar Bangsa

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 02 Maret 2012 22:12 WIB

Jakarta -- Dalam sejarah bangsa Indonesia, dua tokoh agama yang sanga penting adalah KH. Ahmad Dahlan dan Kiyai Hasyim Asyari. Keduanya menjadi pendiri dua Ormas agama yaitu Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama (NU). Sejak awal, dua tokoh ini bersahabat dan saling membesarkan. Bahkan kontribusinya terhadap perintisan Negara Indonesia tidak bisa dinapikan.

 

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. H. Abdul Fatah Wibisono, dalam acara pembukaan Pelatihan untuk Pelatih sosialisasi empat pilar berbangsa dan bernegara, Jum’at (2/3) di Park Hotel. Acara TOT ini diselenggarakan atas kerjasama antara MPR RI bersama Muhammadiyah dan NU. Sedangkan peserta TOT sebanyak 100 orang yang merupakan perwakilan dari Muhammadiyah dan NU.

 

Dalam kesempatan itu juga Wibisono menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi empat pilar bangsa ini sangat penting, mengingat tuntutan kehidupan berbangsa dan bermasyarakat sekarang sangat membutuhkan solusi yang menyeluruh. Empat pilar kebangsaa ini diharapkan dapat memberikan solusi terhadap persoalan yang ada.

 

Namun, menurut Ketua Muhammadiyah yang membidangi Hikmah, Hukum dan HAM ini menjelaskan bahwa kontribusi Muhammadiyah terhadap kebangsaan tidak hanya dilakukan saat sekarang, tetapi sejak awal. “Ketika Soekarno didesak oleh rakyat Indonesia bagian Timur untuk membatalkan tujuh kata dalam pembukaan UU, maka Ki Bagus Hadikusumo, sebagai perwakilan Muhammadiyah memberikan solusi seperti yang kita tahu sekarang ini hasilnya,” paparnya.

 

Oleh karena itu, acara sosialisasi ini diharapkan dapat lebih menyebarkan lagi nilai-nilai empat pilar kebangsaan kepada seluruh rakyat khususnya ummat yang ada di Muhammadiyah dan di NU. “Karenanya kami sangat bersyukur atas adanya kegiatan ini, dengan harapan kita dapat mensosialisasikannya lagi kepada yan lain dan mengamalkannya dengan baik, dan Muhammadiyah akan senantiasa membantu,” jelasnya. Dengan berbagai amal usaha yang ada di Muhammadiyah, baik itu Perturuan Tinggi, sekolah dan pusat-pusat layanan kesehatan, Muhammadiyah bisa melakukan sosialisasi lebih luas lagi.

 

Namun, Wibisono juga mengingatkan kepada semua pihak, jika selama ini Muhammadiyah suka mengkritik pemerintah, ini tiada lain merupakan bentuk kepedulian Muhammadiyah terhadap bangsa ini. “Dan kita semua di Pleno sepakat bahwa kritik yang dilakukan Muhammadiyah dalam kerangka yang positif, tidak negatif,” ungkapnya.

 

Reporter: Roni Tabroni

Shared:
Shared:
1