ASEAN dapat Menjadi Contoh Kawasan yang Menyelesaikan Konflik dengan Damai

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 06 Desember 2016 22:16 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANTUL- Negara-negara kawasan Asia Tenggara memiliki beberapa permasalahan antar satu sama lain, terutama pada konflik sengketa wilayah. Beberapa wilayah atau pulau diklaim sebagai milik wilayah negara satu dan yang lain. Namun meski demikian, penyelesaian atas konflik perebutan wilayah tersebut dapat diselesaikan dengan damai.

Hal tersebut yang disampaikan langsung oleh Tun Mahathir Muhammad, Mantan Perdana Menteri Malaysia dalam Kuliah Umum Mahathir Global Peace School (MGPS) ke-5 di Sportorium Kampus Terpadu UMY pada (5/12).

Mahathir juga juga menyebutkan, meskipun negara ASEAN (Association of South East Asian Nation) saling memperebutkan wilayah, namun tidak satupun dari negara-negara tersebut yang berperang satu sama lain.

"Indonesia dengan Malaysia mempersengketakan dua pulau. Tetapi kita juga tidak berperang,” ujar Mahathir.

Lanjut Mahathir, mengatasi konflik tersebut Indonesia dan Malaysia menyerahkannya kepada United Nations, dan mereka yang kemudian memutuskan bahwa pulau tersebut adalah milik Malaysia.

“Meskipun Indonesia bersedih, namun Indonesia tetap menerima keputusan Internasional tersebut. Begitu pula Malaysia yang mempersengketakan Pulau Batu dengan Singapura, namun keputusan Internasional memutuskan bahwa Pulau tersebut menjadi milik Singapura. Malaysia pun tetap dapat menerima keputusan tersebut," tutupnya. (adam)

 

Shared:
Shared:
1