Mahathir : Membunuh atau Melakukan Peperangan Merupakan Cara yang Tidak Beradab

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 05 Desember 2016 04:39 WIB

ASEAN Contoh Kawasan yang Bisa Selesaikan Konflik dengan Damai

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANTUL- Islam pada dasarnya telah mengajarkan tentang kejujuran (honest), amanah, dan untuk memperhatikan sesama manusia dan anak-anak. Mahathir Muhammad, Mantan Perdana Menteri Malaysia mengatakan Islam telah mengajarkan tentang hidup yang baik, namun manusia-lah yang tidak menjalankan hidup dengan baik dengan membunuh satu sama lain.

"Islam melarang umatnya untuk membunuh. Namun, realitasnya saat ini di negara-negara Muslim, mereka membunuh satu sama lain, bahkan saling membunuh umat sesama Muslim sendiri," kata Mahathir, Senin (5/12) dalam Kuliah Umum Mahathir Global Peace School (MGPS) ke-5 di Sportorium Kampus Terpadu UMY.

Lanjut Mahatahir, dan mereka yang membunuh menyuarakan kalimat Allahu Akbar sebelum membunuh, sesungguhnya mereka melakukan perbuatan dosa dengan menyebut nama Allah. Padahal dalam hukum Islam disebutkan bahwa jika seseorang mengambil satu nyawa, maka balasannya adalah nyawanya.

Mahathir juga menegaskan bahwa membunuh atau melakukan peperangan adalah cara yang tidak beradab (uncivilized) untuk menyelesaikan masalah.

"Dengan perang, maka tidak ada stabilitas di dunia ini. Manusia akan hidup dalam ketakutan. Kita membutuhkan perdamaian. Datangnya Islam sejak awal adalah untuk membawa umat manusia kepada kedamaian," tegas Tun.

Mahathir juga menyebutkan bahwa perang juga dipicu oleh pihak penjual senjata perang. Para penjual senjata tersebut mengkonfrontasi pemikiran sebuah negara untuk membeli senjata sebagai alat pertahanan (defense). Industri senjata perang juga dinilai sebagai industri terbesar di dunia.

"Industri tersebut menginginkan kita untuk membunuh satu sama lain dengan senjata yang mereka jual. Sedangkan mereka sendiri mendapatkan keuntungan dari pembunuhan tersebut," ujarnya.

Lanjut Mahathir, hal ini tidaklah beradab (uncivilized). Industri tersebut juga sering menawarkan senjata kepada negara yang sedang tidak berperang. Mereka memanipulasi dengan berkata jika negara tersebut tidak memiliki senjata maka akan diserang oleh negara lain. Padahal kenyataannya tidak ada yang menyerang.(adam)

 

Shared:
Shared:
1