UMP Selenggarakan Seminar Nasional Kefarmasian

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 02 Maret 2012 11:35 WIB

Purwokerto- Seminar Nasional Kefarmasian “Optimalisasi Manajemen Perapotekan Untuk Meningkatkan Mutu Pelayanan Kefarmasian” yang dilakukan oleh program profesi Apoteker angkatan XV Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) berjalan sukses. Acara yang sudah dipersiapkan selama  1 bulan ini berhasil menarik minat banyak orang, bisa terlihat dari jumlah peserta yang hadir hampir mencapai 300 orang memenuhi auditorium Ukhuwah Islamiyah UMP.

 

Rizki Okprastowo, S.Farm selaku ketua panitia, mengutarakan kebahagiaannya "Saya senang, padahal ini jam kerja, tapi peserta yang hadir lebih dari yang saya harapkan, paling tidak tujuan kamu tercapai,” ungkapnya, Kamis (01/03/2012). Mahasiswa yang memiliki paras rupawan ini pun berharap agar melalui seminar ini para peserta dapat menjadi apoteker yang handal, memiliki keseimbangan antara kualitas dan kuantitas.   

 

Acara dibuka langsung oleh Rektor UMP, Dr. Dr. H. Syamsuhadi Irsyad, M. H dan dihadiri oleh Jajaran Dekanat Fakultas Farmasi, Dosen Fakultas Farmasi dan sejumlah tamu undangan dari pemerintah daerah, dinas pemerintah terkait dan kalangan apoteker Banyumas. Hadir sebagai pembicara pertama adalah Drs.Muhammad Umar Said MM, Apt, Direktur Keuangan dan SDM PT. Kimia Farma TD dengan tema yang akan diusung adalah “Optimalisasi Manajemen Perapotekan”. Dalam kesempatan ini Umar menjelaskan mengenai entrepreneur bisnis apotek, bagaimana cara mengembangkan bisnis apotek sehingga bisa mensejahterakan kalangan apoteker. “Apoteker harus mampu mengembangkan diri untuk bisa menciptakan apotek sendiri dengan mempertimbangkan banyak hal mulai dari target konsumen, standar layout, standar pelayanan, standar kelayakan dan jasa konsultasi penggunaan perbekalan famasi, metode expansion dan beberapa hal lainnya”, paparnya. Umar meyakini bahwa seorang apoteker yang memiliki visi kedepan maka akan bisa mengembangkan dirinya untuk mendirikan apotek yang memiliki kualitas baik.

 

Pembicara kedua adalah Bondan Ardiningtyas, S.Si, M.Sc, Apt. Sehari-hari, Bondan bekerja sebagai Apoteker pengelola Apotek Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Tema yang akan disuung adalah “Pelayananan Kefarmasian di Apotek”. Dalam pemaparannya, Bondan lebih menekankan pada keseimbangan pelayanan kefarmasian dan profit apotek. Jadi, apoteker dituntut memiliki integritas baik dalam kehidupan individu, pengabdian profesi maupun bisnis, karena dengan integritas yang tinggi, dimanapun berada apoteker dapat mewujudkan citra positif. “Apoteker di apotek perlu obyektif, jujur mau berubah, focus pada core kompetensi, meningkatkan kemampuan manajemen, memanfaatkan kesempatan dan mengerti seluruh fase bisnis apotek dan lingkungan bisnisnya”, ujarnya.

 

Peserta terlihat sangat antusias dalam menyimak materi yang disajikan oleh kedua pembicara. Dalam session tanya jawab, tidak sedikit peserta yang memberikan pertanyaan kepada pembicara dan hal ini memberikan kepuasan tersendiri bagi panitia bahwa acara yang mereka sajikan dapat memberikan manfaat bagi peserta yang datang. Rizki Okprastowo mengungkapkan “Dari kesuksesan acara ini, kedepannya, insya Allah kita akan menggelar lagi acara semacam ini, yang sifatnya dapat memberikan informasi bagi para apoteker, baik sebagai apoteker maupun entrepreneur bisnis apotek”, ujar ketua panitia yang akrab dipanggil “mas ook” ini. (Pra/Hum)

 

 

 

 

Shared:
Shared:
1