Hari Difabel Internasional, MPM PP Muhammadiyah Launching Gerakan Kota Ramah Difabel

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 03 Desember 2016 23:21 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA - Keberadaan difabel merupakan bagian anak bangsa yangmemiliki peran dalam memajukan pembangunan. Namun realitasnya masih banyak kaum difabel yang mengalami banyak kendala dalam relasi sosial, terutama belum terpenuhinya hak-hak sosial dan ekonomi sebagai warga negara.

Hal tersebut dikatakan M. Nurul Yamin, Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah saat dihubungi redaksi website muhammadiyah.or.id tentang Hari Difabel Internasional yang jatuh setiap tanggal 3 Desember, menurut Yamin hal ini dapat terlihat dari minimnya akses sosial difabel baik yang bersifat fisik seperti fasilitas umum transportasi, ruang publik, jalan umum, tempat ibadah, maupun minimnya akses kebijakan yang sering memperlakukan difabel secara diskriminatif.

“Dengan demikian, difabel mengalami beban ganda di satu sisi mereka harus berjuang mengatasi problema yang bersifat personal, di sisi lain harus berjuang melawan perlakuan diskriminasi hak sosialnya,” ujar Yamin, Sabtu (3/12).

Yamin menambahkan dalam rangka memperingati Hari Difabel Internasional tersebut, MPM akan melaunching program '”Gerakan Kota Ramah Difabel” yang akan diselenggarakan Insya Allah Ahad (4/12) di Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan, diprakarsai oleh Walikota Banjarmasin Ibnu Sina dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Gerakan Kota Ramah Difabel menurut Yamin, ada tiga ranah konsep, pertama ramah warganya, ramah fasilitas publiknya, dan ramah kebijakannya. “Keramahan warga terutama pada lingkungan terdekat akan nenumbuhkan  solidaritas, kebersamaan, dan kohesifitas sosial,” paparnya. (adam)

Redaktur : Dzar Al Banna

Shared:
Shared:
1