Ketum PP Nasyiatul Aisyiyah: Saya Menyambut Baik Moratorium UN

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 01 Desember 2016 03:14 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SLEMAN – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy berencana memoratorium ujian nasional (UN). Tujuannya, agar para orangtua tak stres menghadapi ujian penentuan nasib pelajar.

Diyah Puspitarini Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (NA) yang juga Kepala SMP Muhammadiyah 2 Depok ini kepada redaksi muhammadiyah.orid, Rabu (30/11) mengatakan bahwa ia menyambut baik program Moratorium UN dari pemerintah.

“Secara pribadi saya mendukung penghapusan UN, karena selama ini UN hanya sebagai standar kepandaian seseorang dan secara tidak langsung mengesampingkan pelajaran yang lain,” kata Diyah.

Namun, menurut Diyah, secara profesional kepala sekolah, ia mendukung jika sudah ada mekanisme dan aturan ujian pengganti. “Belajar dari penghapusan kurikulum 2013 yang mendadak, maka banyak pihak yang dirugikan. Begitu juga dalam dunia pendidikan, perubahan sistemik yang sudah bertahun-tahun dan sudah disiapkan,” jelas Diyah.

Lebih lanjut, menurut Diyah, perubahan program ini haruslah disusun matang-matang terlebih dahulu dan tidak mendadak karena akan banyak konsekuensinya. “Untuk ujian penggati UN mungkin bisa ujian lokal saja yang dilakukan tiap provinsi, nantinya ini juga perlu regulasi yang mengatur mutase belajar pasca mengikuti ujian untuk melanjutkan sekolah ditempat lain, karena hal ini banyak menyebabkan kasus di Yogyakarta maupun kota besar lainnya,” terang Diyah.

Selama memimpin SMP Muhammadiyah 2 Depok, Diyah sudah banyak melakukan berbagai upaya untuk menjadikan warga sekolah lebih baik. Menurutnya, yang terpenting merubah paradigma guru terhadap proses pembelajaran, keislaman, dan kemuhammadiyahannya.

“Sekolah yang saya pimpin sekarang memiliki branding sekolah berwawasan lingkungan. Kami juga mencoba membangun jejaring dan memperkuat relasi dengan masyarakat, persyarikatan, perguruan tinggi Muhammadiyah, dan jejaring yang lain,” tutup Diyah.

 

Reporter : Syifa Rosyiana Dewi

Redaktur : Dzar Al-Banna

Shared:
Shared:
1