Dadang Kahmad : Muhammadiyah Perlu Gelorakan Jihad Digital

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 01 Desember 2016 01:29 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Pesatnya arus teknologi dan informasi saat ini, mengharuskan masyarakat untuk dapat mengikuti perkembangan tersebut. Derasnya informasi melalui media sosial saat ini semakin sulit untuk dikontrol.

Menurut Dadang Kahmad, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, arus digital yang semakin sulit dibendung mengharuskan Muhammadiyah untuk melakukan jihad digital.

“Jihad konstitusi yang dilakukan Muhammadiyah sudah berhasil di periode lalu, periode ini sudah saatnya Muhammadiyah menggalakan jihad digital,” pungkas Dadang ketika memberikan sambutan dalam acara Pembukaan Pelatihan Pengelolaan Arsip bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM), Kamis (1/12).

Selain itu, Dadang juga mengatakan bahwa peran kearsipan saat ini sangat dibutuhkan oleh Persyarikatan Muhammadiyah. Ia mengatakan, Indonesia kehilangan Pulau Sipadan dan Ligitan dari Malaysia dikarenakan data dan arsip Indonesia atas kepemilikan kedua pulau tersebut tidak lengkap.

“Beta pentingnya sebuah arsip, karena kurangnya kearsipan Negara Indonesia atas kepemilikan Pulau Sipadan dan Ligitan, kedua Pulau tersebut kini diambil Malaysia,” pungkas Dadang.

Dadang berpesan, agar peserta yang mengikuti pelatihan kearsipan tersebut dapat mengikuti kegiatan dengan serius, dan dapat mengurus arsip-arsip PTM dengan baik setelahnya.

Acara pembukaan pelatihan kearsipan bagi PTM yang diselenggarakan di Auditorium Islamic Center Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan (UAD)tersebut turut dihadiri oleh Kasiyarno, Rektor UAD, Muchlas, Ketua Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PP Muhammadiyah, dan Listyaningtyas, Direktur Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) pusat. (adam)

 

 

Shared:
Shared:
1