Kepada Presiden, Haedar Nashir Ceritakan Kedekatan Soekarno dengan Muhammadiyah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 30 November 2016 08:43 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, TANGERANG – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir ketika menghadiri Penutupan Tanwir I Pemuda Muhammadiyah di depan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menceritakan sejarah kedekatan Presiden Soekarno dengan KH. Ahmad Dahlan.

Haedar menjelaskan, kedekatan antara Pendiri Muhammadiyah dengan Mantan Presiden Pertama Indonesia itu yaitu ketika Ahmad Dahlan kerap mengisi pengajian di kediaman Cokro Aminoto di Surabaya.

“Soekarno muda saat itu terkesan dan jatuh hati dengan tausyiah KH. Dahlan, yang kemudian mengantarkan Soekarno pada tahun 1930 masuk menjadi anggota Muhammadiyah, dan pada tahun 1933 Soekarno menjadi Pimpinan Muhammadiyah Bengkulu,” ujar Haedar, ketika menyampaikan sambutannya pada Penutupan Tanwir I Pemuda Muhammadiyah, Rabu (30/11).

Menurut Haedar, pengakuan Soekarno ketika bergabung dengan Muhammadiyah cukup menarik, Soekarno saat itu mengatakan, gelisah dan belum memahami Islam seutuhnya. Namun kemudian melalui dakwah KH. Dahlan, telah membawanya pada pencerahan dan membangkitkan keislamannya.

“Soekarno berujar, dan dari Muhammadiyah saya memperoleh inspirasi Islam berkemajuan,” ucap Haedar.

Dalam kesempatan tersebut, Haedar juga menceritakan persahabatan beda ideologi antara KH. Ahmad Dahlan dan tokoh Partai Komunis Indonesia (PKI) Alimin.

Menurut Haedar, meskipun berbeda pandangan dalam banyak hal, persaudaraan yang terjalin antara Pendiri Muhammadiyah dengan Alimin tersebut tulus dibangun.

“Dimulai dengan sikap saling menghargai dan saling berdialog tersebut, perwujudan hablum min al-nas, dengan semua latar belakang manusia dibangun oleh KH. Ahmad Dahlan,” tutur Haedar.

Lanjut Haedar, Alimin yang dikenal sebagai aktivis PKI, berteman sangat dekat dengan KH. Dahlan. “Meskipun berbeda pandangan, mereka berteman dan saling menghargai perbedaan. Pergaulan yang begitu intens biarpun dalam perbedaan ideologi itu membekas di hati Alimin,” pungkas Haedar.

“Kyai haji Ahmad Dahlan adalah sosok yang jujur yang soleh. Sikap hidupnya sederhana dan tidak sombong. Ia bahkan tidak pernah mencela orang. Itu pengakuan seorang Alimin,” tutup Haedar. (adam)

 

Redaktur: Dzar Al Banna

 

BERITA NASIONAL

 

Shared:
Shared:
1