Haedar Nashir: Dalam Diri Pemuda Muhammadiyah Mengalir Darah Perjuangan Rakyat

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 30 November 2016 08:22 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, TANGERANG – Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir hadir dalam Penutupan Tanwir I Pemuda Muhammadiyah mendampingi Presiden Joko Widodo di Kota Tangerang, Rabu sore (30/11).

Haedar mengatakan bahwa dalam diri Pemuda Muhammadiyah terdapat Akhakul Kharimah. “Biar bersuara langtang seperti tadi, tapi basisnya adalah al akhlak al kharimah, di dalam diri mereka mengalir darah perjuangan rakyat Indonesia,” Kata Haedar.

Komitmen Pemuda Muhammadiyah kata Haedar, dalam memberantas korupsi ini perlu terus didukung untuk membangun bangsa ini.

Lebih lanjut Haedar bahwa dalam berdakwah harus berdakwah yang memiliki rahmat bagi semesta, “Dakwah itu harus yang mencerdaskan, dakwah yang mencerahkan, bukan dakwah yang menyempit, bukan dakwah yang memberi rasa takut,” kata Haedar.

Mengutip kalimat Presiden Pertama Ir. Soekarno, Haedar mengungkapkan dari Muhammadiyah-lah Soekarno memperoleh inspirasi Islam Berkemajuan, dan dari Kiai Dahlan-lah, Soekarno memperoleh pencerahan tentang Islam.

Guna membangun bangsa yang berkemajuan, menurut Haedar Nashir kita harus meninggalkan semua hal yang mengganggu proses untuk berkarya secara produktif.

“Membawa umat dan bangsa menjadi berkemajuan harus dimulai dengan etos berpikir, bekerja keras, dan produktif,” ujar Haedar

Haedar Nashir mengatakan Muhammadiyah berterima kasih pada Presiden Jokowi yang sudah mencari solusi atas satu kasus yang menyita perhatian yakni dugaan penistaan agama.

"Semoga kita bisa berjiwa besar untuk melangkah ke depan menjadi bangsa berkemajuan. Jujur suasana yang terlalu berlarut lama seperti ini tidak positif untuk psikologi bangsa kita dan juga dampak dari peristiwa ini luas baik sosial, budaya, ekonomi harus terawat dan tidak terpengaruh," katanya.

Ia juga menggarisbawahi tentang pentingnya membangun keadaban publik yang belakangan ini rusak karena pengaruh melalui media sosial, relasi sosial, bahkan suasana yang sumpek, dan mudah terpicu sesuatu.

"Kami percaya masih banyak anak muda yang bersih dan berhati lurus untuk membangun keadaban publik," tegasnya.

Presiden Jokowi saat memberikan sambutannya menegaskan kembali soal pentingnya menjaga dan merawat keberagaman di Indonesia.

"Jangan sampai ada satupun yang tidak menyadari itu, kita ingin ingatkan bahwa kita memang beragam," kata Presiden. (dzar)

 

.

BERITA NASIONAL

Shared:
Shared:
1