Tawarkan Solusi Pencegah Banjir, Siswa SMAM Kottabarat Raih Juara PIMPEL 2016

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 29 November 2016 21:58 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, SURAKARTA- Banjir yang sering melanda  kota Solo membawa keprihatinan tersendiri bagi bagi Tia Kurnia Sari, siswa kelas X SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta.

Tia mencoba menawarkan solusi sederhana melalui tulisan essay yang berjudul “Gerakan Sederhana Untuk Kotaku(Sebuah Tawaran Mitigasi Bencana Banjir)”. Tulisan essay tersebut dilombakan dalam ajang PIMPEL (Pekan IlmiahMahasiswa dan Pelajar).

Ajang PIMPEL yang diselenggarakan pada Ahad (27/11) oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Fakultas Geografi tersebut diikuti oleh pelajar tingkat SMA/SMK/MA se- Eks Karesidenan Surakarta, yangdiawali dengan proses pembuatan karya essay, yang kemudiandijaring menjadi 10 besar karya essay terbaik.

Dari 10 karya essay terbaik tersebut akan melanjutkan kompetisi melalui babak Presentasi Ilmiah dan Cerdas Cermat Mitigasi Bencana. Dan dari ketiga babak tersebut, Tia Kurnia Sari berhasil meraih juara terbaik dalam ajang PIMPEL tahun 2016.

Dijelaskan Tia Kurnia Sari, dalam essay yang dibuatnya ia memaparkan tentang konsep gerakan bersama antara Pemerintah Kota dan Masyarakat. “Selain Pemerintah Kota dengan program-program penanggulangan banjir, seperti relokasi dan normalisasi sungai, perlu juga ada kesadaran masyarakat kota Surakarta untuk melakukan pencegahan dini bencana banjir,” pungkasnya.

Lanjut Tia, perubahan budaya hidup masyarakat perlu diubah dengan gerakan pencerahan dari unsur-unsur element masyarakat, seperti LSM(Lembaga Swadaya Masyarakat) , PMI(Palang Merah Indonesia), Sekolah, RT/RW dan sebagainya.

Selain itu, Tia juga menawarkan konsep “Gerakan Membuat Lubang Biopori” kepada setiap warga kota yang memiliki lahan di depan rumah masing-masing sebagai solusi sederhana mengurangi resiko banjir.

“Untuk usaha ke arah itu, perlu sosialisasi dan pencerahan kepada masyarakat oleh Pemkot dan unsur-unsur masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap dampak bencana banjir,” tutur Tia.

Atas prestasi yang telah diraihnya tersebut, Tia berharap dapat memotivasi siswa-siswi yang lain untuk memberikan sumbangsih pemikiran atas permasalahan-permasalahan sosialyang terjadi di Indonesia, khususnya Kota Solo, agar kedepan bisa mengurangi dampak negatif atas bencana alam yang terjadi.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat, Hendro Susilo mengatakan pihaknya mendorong siswa-siswi untuk melakukan penelitian-penelitian ilmiah baik bidang Sains maupun bidang Sosial.

 

“Harapannya agar generasi muda mampu berkiprah untuk kebaikan masyarakat dan mendidik siswa menjadi problem solveratas permasalahan-permasalahan sosial di masyarakat,” tutup Susilo. (syifa)

 

Kontributor : Ary Anto

 

Shared:
Shared:
1