Izzul Muslimin : Pemuda Muhammadiyah Harus Bangun Kerjasama Ekonomi

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 29 November 2016 10:44 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANTEN – Pemuda Muhammadiyah, sebagai salah satu organisasi otonom Muhammadiyah merupakan sebuah wadah bagi angkatan muda Muhammadiyah yang memiliki ciri khas tersendiri yakni semangat jiwa muda dalam diri yang tinggi.

Dengan karakter tersebut orientasi kegiatan Pemuda Muhammadiyah relatif praktis dan pragmatis (bukan dalam makna negatif). Praktis dalam mengambil keputusan, pragmatis dalam beraksi yang semua aktifitasnya dalam rangka dakwah.

Hal itu disampaikan Izzul Muslimin, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah periode 2006-2010 pada sesi Ceramah I “Meninggikan Akhlak, Membumikan Dakwah untuk Indonesia Berkemajuan” dalam acara Tanwir I Pemuda Muhammadiyah di Tangerang Banten,Senin(28/11).

Izzul menyampaikan bahwa aktifitas Pemuda Muhammadiyah saat ini lebih banyak pada dua hal yakni aktifitas yang berkaitan dengan dunia politik dan persoalan ekonomi. “Kalau saya nilai dua aktifitas ini terus terang yang relatif sudah agak terbangun yakni yang berkaitan dengan politik dan banyak diantaranya memiliki posisi penting,” ujar Izzul.

Hal itu, lanjut Izzul dapat dikatakan cukup berhasil. “Maka kami sebagai alumni tidak terlalu masuk untuk melakukan intervensi terhadap Pemuda Muhammadiyah karena sudah saling memahami apa yang dilakukannya adalah kembali pada dakwah,” pungkasnya.

Dalam dunia politik ia berharap agar Pemuda Muhammadiyah dapar mewarnai sehingga dapat menunjukan dirinya sebagai kader Muhammadiyah bukan hanya sekedar pengekor. “Kalau sudah mengekor bagaimana nanti yang dibelakang kita, prinsipnya bagaimana kita kemudian posisinya sebagai pelopor,” tegas Izzul.

Berbeda dengan politik, masih dalam pandangan Izzul Muslimin, Pemuda Muhammadiyah belum berpengaruh dalam dunia ekonomi atau kewirausahaan. “Agak sulit kalau ditanya siapa kader Pemuda Muhammadiyah yang punya peran yang cukup menonjol dan berpengaruh dalam dunia ekonomi, bukan tidak ada, tapi mungkin jumlahnya bisa kita hitung,” jelasnya.

Maka menurutnya ini perlu menjadi renungan seluruh kader Pemuda Muhammadiyah, bagaimana untuk bisa dipikirkan. “Yang perlu dikembangkan adalah bagaimana kita kemudian bisa membangun kerjasama secara ekonomi dan sifat organisasi adalah memfasilitas,  jadi sama-sama untung, tidak hanya organisasi yang untung tapi juga anggota juga merasa untung,” tutup Izzul. (adam)

Reporter : Raipan

 

Shared:
Shared:
1