Guru SD Muhammadiyah Kutoarjo Galakkan Metode Pengajaran Kreatif

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 28 November 2016 08:37 WIB

 

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, PURWOREJO -- Pendidikan dan pengajaran merupakan jalan yang telah terbukti memberikan kontribusi terbesar dalam proses memanusiakan manusia. Konsep ini termasuk penting dalam membangun kecerdasan dan akhlaqul karimah yang membutuhkan peran dan kerjasama semua elemen. Para pendidik di SD Muhammadiyah Kutoarjo mulai menerapkan pendidikan dengan basis teknologi, selain itu konsep pembelajaran menyenangkan tak harus mahal namun menuntut sebuah kreatifitas dan kerja keras para pendidik.

“Inovasi harus selalu dilakukan oleh seorang pendidik agar kegiatan belajar mengajar (KBM) berhasil dan mengena baik dalam otak maupun hati seorang siswa. Kegiatan berkesan dari seorang guru akan terukir di dalam benak siswa dan tak pernah terlupakan. Inilah konsep pendidikan yang sesungguhnya diharapkan, bukan hanya memindahkan ilmu saja. Namun ruh pembelajaran juga hadir. Sehingga kenyaman belajar tercapai” ujar Suprayitno, Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Kutoarjo pada muhammadiyah.or.id, Jumat (25/11).

Menurut Suprayitno, sebuah penelitian menyebutkan bahwa belajar dalam kondisi senang dan bersemangat walau sebentar akan lebih mengena daripada waktu lama tapi jenuh karena otak tak ada pintu untuk masuknya ilmu.

“Namun, juga lebih penting adalah penanaman konsep karakter ke-Islaman dalam berbagai lini juga disiplin ilmu juga sangat dibutuhkan. Sehingga output yang dicapai adalah generasi yang cerdas dan berakhlaqul karimah,” kata Suprayitno.

Lebih lanjut, Suprayitno mengatakan, kegiatan pembelajaran menyenangkan memang mulai tahun ini digalakkan dan semua mata pelajaran guru harus mampu menunjukkan action kreatifnya. Terbukti hasilnya luar biasa guru yang satu dengan yang lain berebut untuk program kreatif dan saling ber-fastabiqullkhairaat memberikan kemampuan terbaiknya untuk perkembangan pendidikan siswa-siswinya.

“Kondisi ini memacu guru untuk selalu update ilmu, karena yang monoton akan ketinggalan. Suasana ini sangat mendukung dengan adanya tenaga-tenaga di SD Muhammadiyah Kutoarjo yang kami target nantinya menjadi kader-kader militan untuk berjuang membesarkan amal usaha muhammadiyah (AUM),” lanjut Suprayitno.

Kedepannya, Suprayitno berharap kondisi ini dapat menjadi kebiasaan dan karakter guru-guru yang mengajar di SD Muhammadiyah Kutoarjo. Selain itu siswa-siswi dapat semakin berprestasi mengharumkan nama Islam dan bangsa Indonesia. (syifa)

 

Kontributor : Akhmad Musdani

 

Shared:
Shared:
1