PP NA Harap Masyarakat Hindari Paparan Bahaya Rokok

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 26 November 2016 13:54 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA- Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah berharap agar masyarakat dapat menjaga diri dan keluarga terhindar dari paparan bahaya rokok terhadap kesehatan.

"Pemerintah juga diharapkan membuat peraturan tentang perlindungan kesehatan anak dan perempuan dari bahaya rokok," ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Nasyiatul Aisyiyah, Diyah Puspitarini di Yogyakarta, Jumat (25/11) dalam acara International Conference Tobaco or Heaalth(ICTOH) yang digelar di Hotel Sheraton Yogyakarta.

Dalam kesempatan tersebut, turut dibacakan Deklarasi Perempuan dan Guru Menolak Rokok. Diyah mengatakan rokok berbahaya bagi kesehatan perempuan dan anak serta ketahanan keluarga.

"Oleh karena itu, kami berkomitmen melindungi perempuan dan anak dari bahaya rokok serta paparan iklan, sponsor, dan promosi rokok. Kami mendesak pemerintah agar membuat kebijakan pelarangan total iklan, promosi, dan sponsor rokok,” tegas Dyah.

Lanjut Diyah, kondisi tersebut sangat berbahaya bagi masa depan bangsa karena selain membahayakan kesehatan, tingginya konsumsi rokok juga berpengaruh terhadap ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Dyah, Kementerian Kesehatan dalam penelitiannya menyatakan kerugian akibat pandemi rokok mencapai Rp350 triliun per tahun. Kerugian ini dihitung dari kesempatan yang hilang, biaya belanja rokok, dan biaya penyakit akibat rokok.

Sedangkan berdasarkan data dari Global Adults Tobacco Survey (GATS)pada 2011 menunjukkan ada 133 juta orang Indonesia terpapar asap rokok di dalam rumah di mana sebagian besar di antaranya adalah perempuan dan anak.

"Melihat realitas itu PP Nasyiatul Aisyiyah bekerja sama dengan Indonesian Institute for Social Development (IISD) dan Kementerian Kesehatan menyelenggarakan ICTOH dengan tema Bahaya Rokok Terhadap Ketahanan Keluarga serta Kesehatan Perempuan dan Anak,” ujar Diyah.

Kegiatan tersebut menurut Diyah memiliki tujuan untuk mendiskusikan permasalahan pandemi konsumsi rokok dan berbagai dimensinya, mengidentifikasi solusi untuk menanggulangi bahaya rokok terhadap ketahanan keluarga, kesehatan ibu dan anak. (adam)

Reporter : Syifa Rosyiana Dewi

Shared:
Shared:
1