Muhammadiyah Harus Melakukan Akselerasi

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 25 Februari 2012 16:11 WIB

Sebagai organisasi kemasyarakatan (Ormas) modern, Muhammadiyah sejak dulu sudah menganut good governance. Bahkan yang namanya transparansi anggaran dan berbagai kegiatan, sudah dimulai sejak Ormas ini didirikian satu abad yang lalu. Namun demikian, kita jangan puas dengan apa yang telah kita miliki, kita harus terus mengembangkan komunikasi dengan berbagai pihak.

Harapan tersebut disampaikan oleh Sekretaris PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti di sela-sela Raker PW Muhammadiyah Jabar Sabtu (25/2) di Dago Lembang. “Kita harus menyadari bahwa saat ini Muhammadiyah sudah menginternasional, bukan hanya dari sisi kelembagaannya yang sudah berdiri di beberapa Negara, tetapi juga telah diakui secara resmi di PBB,” katanya.

Karena peran Muhammadiyah selama ini lah yang menyebabkan Muhammadiyah diakui berbagai kalangan di dunia. Banyak pakar dan ilmuwan di dunia yang mengenal dan sangat kagum pada Muhammadiyah. Bahkan saat ini, ilmuwan Jepang, Prof. Nakamura sedang mempersiapkan konverensi internasional Muhammadiyah yang akan dilakukan pada bulan Nopember di Malang. “Dia sudah menggalang sekitar 90 orang ilmuwan lain dari seluruh dunia,” jelasnya.

“Ini artinya, bagaimana orang lain yang tidak ada hubungan dengan Muhammadiyah ternyata begitu peduli dengan Muhammadiyah,” terangnya. Karenanya Mu’ti menghimbau kepada seluruh kader Muhammadiyah untuk tetap istiqomah dalam gerakan dakwah ini.

Untuk di akui di lembaga sekelas PBB menurut Mu’ti memang tidak mudah. Ormas tersebut disyaratkan harus memiliki garapan riil di masyarakat sehingga bisa terlihat dan terasa oleh masyarakat luas. Tentu saja hal ini sudah dan selalu dilakukan oleh Muhammadiyah.

Oleh karena itu Mu’ti merasa tidak heran jika ketika DPR RI akan melakukan amandemen tentang pengelolaan Ormas kemudian menjadikan Muhammadiyah sebagai modelnya. “Kalau kita kan tidak masalah, tapi bagaimana dengan Ormas yang lain?” tanyanya. Dalam pandangan Mu’ti untuk melakukan proses transparansi dan profesionalisme dalam Ormas memang tidak mudah. Padahal kalau di Muhamamdiyah, dapat mobil saja harus diaudit, dan ini sudah biasa bagi Muhammadiyah.

Hanya satu hal yang perlu di kembangkan ke depan adalah bagaimana Muhammadiyah mengembangkan jejaring baik di dalam negeri maupun di luar negeri. “Ini penting untuk akselerasi Muhammadiyah, untuk berbagai kepentingan,” jelasnya. Sehingga bagaimana semua urusan Muhammadiyah bisa tercapai maka sangat ditentukan oleh jaringan yang kita miliki.

Membangun jaringan tentu tidak boleh mengurangi semangat berinfaq di Muhammadiyah. Hal itu tetap harus dikembangkan karena identitas Muhammadiyah. “Namun untuk memelihara kemandirian Muhammadiyah, di berbagai level pimpinan Muhamamdiyah harus memiliki amal usaha yang mapan sehingga bisa menghidupi kegiatan-kegiatan yang ada, seperti halnya Muktamar yang kita biayai sendiri tanpa bantuan dari Presiden,” jelasnya.

 

Reporter: Roni Tabroni

Shared:
Shared:
1