Haedar Nashir : Warga Muhammadiyah Harus Cerdas dan Arif Menyikapi Aksi 212

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 23 November 2016 09:26 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA- Mencermati perkembangan nasional yang dalam sejumlah hal masih diwarnai beragam opini pro dan kontra pasca penetapan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) sebagai tersangka penistaan agama.

Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah menghimbau kepada seluruh umat muslim, khususnya warga Muhammadiyah seyogyanya bersikap lebih seksama, cerdas, dan arif dalam menyikapi permasalahan tersebut.

“Masyarakat hendaknya  jangan terbawa arus aksi dan opini publik  yang tidak dipertimbangkan maslahat dan mudharatnya bagi kepentingan umat dan bangsa yang lebih luas. Kawal kasus penistaan agama melalui proses hukum yang benar dan adil sesuai aspirasi umat Islam,” pungkas Haedar, Rabu (23/11) ketika dimintai tanggapannya terkait rencana aksi pada tanggal 2 Desember 2016 di Jakarta.

Lanjut Haedar, dipandang tidak perlu lagi demo atau aksi turun ke jalan, lebih-lebih dalam situasi yang tidak terjamin kemaslahatannya serta berpeluang lebih besar kemudharatannya.

“Jika fokus dan yang menjadi alasan membela Islam adalah kasus penistaan agama yang kini dalam proses hukum, jangan sekali-kali berbelok arah dan tujuan ke agenda politik lain,” ujar Haedar.

Haedar menegaskan, luruskan niat dan jaga martabat serta kepentingan Muhammadiyah, umat, dan bangsa yang lebih luas. “Sekali lagi, jangan ikut irama orang dan terprovokasi oleh siapapun. Di wilayah dan daerah pun tidak perlu aksi demo,” tegas Haedar.

Haedar menghimbau, pasca Konsidasasi Nasional yang telah diselenggarakan PP Muhammadiyah beberapa waktu yang lalu, warga Muhammadiyah diminta untuk mengikuti kebijakan dan langkah Pimpinan Pusat Muhammadiyah sebagai pimpinan tertinggi organisasi.

“Masih banyak agenda strategis menunggu seluruh komponen Persyarikatan untuk membawa Muhammadiyah Berkemajuan. Semarakkan pengajian, mengembangkan amal usaha, dakwah membina jamaah, dan kegiatan lain untuk memajukan umat dan masyarakat sebagai panggilan dakwah pencerahan,” tutup Haedar. (adam)

Shared:
Shared:
1