Kunjungi PP Muhammadiyah, Menlu RI Tegaskan Langkah Pemerintah ke Myanmar

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Rabu, 23 November 2016 06:28 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR. ID, JAKARTA – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi, melakukan kunjungan ke kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Jalan Menteng Raya No. 62 Jakarta, Selasa (22/11).

Dalam kunjungannya tersebut selain untuk melakukan silaturahim, ia juga menyampaikan beberapa hal terkait langkah pemerintah Indonesia dalam menyikapi perkembangan peristiwa kekerasan yang terjadi pada warga muslim Rohingnya di Rakhine State, Myanmar.

“Diplomasi Indonesia bekerja secara intensif, sudah sejak lama kita berusaha bekerjasama dengan pemerintah Myanmar dalam menyelesaikan masalah di Rakhine State, Myanmar,” pungkas Retno.

Retno juga mengatakan bahwa sebelumnya ia melakukan komunikasi via telpon dengan Menteri Muda urusan luar Negeri Myanmar dan beberapa hal diantaranya disampaikan dalam pertemuan tersebut.

“Saya bicara dengan pemerintah Myanmar mengenai bagaimana agar hal seperti ini tidak semakin banyak terjadi yaitu dengan cara membangun Rakhine State secara eksklusif. Karena kalau eksklusif itu berarti pembangunan dapat disarakan bagi semua komunitas termasuk komunitas muslim yang ada di Rakhine State,” pungkas Retno.

Indonesia, menurut Retno, merupakan satu dari sedikit negara yang membukakan pintu bagi imigran yang datang pada Mei 2015 lalu, salah satunya berasal dari Myanmar. “Sampai saat ini pun indonesia masih ketempatan, hampir 15.000 migrasi yang ada di tanah Indonesia dan ratusan diantaranya berasal dari Myanmar,” jelas Retno.

Bekaitan dengan penyintas ini, Retno mengatakan bahwa terjadinya migrasi harus dilihat dari awal masalahnya, sehingga tidak bisa menyelesaikannya hanya pada saat tahap akhir.

Sementara itu Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, memberikan dukungannya atas apa yang dilakukan pemerintah dalam melakukan upaya serius dan tegas untuk ikut menyelesaikan masalah kemanusiaan yang terjadi di Rakhine State, Myanmar.

Berita Terkait : Haedar Nashir : Rohingnya Ujian Bagi Rezim Pejuang Kemanusiaan

“Kami memahami, kami percaya dan kami mendukung langkah-langkah pemerintah melalui kementerian luar Negeri yang telah mengambil usaha-usaha yang serius, tegas dan melalui jalur diplomasi dan politik luar negeri bebas aktif yang selama ini menjadi patokan untuk ikut menyelesaikan dan mencari di Rakhine State,” ujar Haedar.

Haedar mengajak umat Islam untuk juga ikut mendukung langkah-langkah pemerintah dalam hal ini terhadap apa yang telah dilakukan oleh Kementerian Luar Negeri.

“Kami sebagai representasi organisasi Islam yang juga selama ini mempunyai peran di luar negeri bersama pemerintah mengajak kepada seluruh umat Islam untuk ikut mendukung langkah-langkah pemerintah terhadap apa yang terjadi di Rakhine State, Myanmar,” ujar Haedar.

Di akhir penyampaiannya, Haedar yakin bahwa akan selalu ada jalan keluar terhadap masalah yang sedang terjadi di Myanmar. “Kami percaya bahwa selalu ada pintu dan jalan keluar untuk masalah-masalah yang sering terjadi di banyak kawasan,” ungkap Haedar.

Sebelumnya diberitakan media nasional maupun internasional bahwa telah terjadi kembali pembakaran dan penyerangan besar-besaran terhadap warga muslim di kawasan Rohingya yang menyebabkan banyaknya korban jiwa dan luka-luka. (adam)

 

Reporter : Raipan

Shared:
Shared:
1