Nasyiatul Aisyiyah Sesalkan Kejahatan Kemanusiaan Terhadap Etnis Rohingya

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 22 November 2016 18:28 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA -- Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah organisasi perempuan muda Muhammadiyah mengutuk tindakan militer tentara Myanmar kepada etnis minoritas Rohingya di negara bagian Rakhine, Myanmar selama dua pekan terakhir.

"Tindakan ini sangat tidak berperikemanusiaan. Apalagi banyak perempuan dan anak-anak turut menjadi korban," ujar Diyah Puspitarini, Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah.

Menurut Diyah, perempuan dan anak-anak seharusnya dilindungi. "Tindakan kekerasan pada etnis Rohingya, khususnya kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak adalah kejahatan kemanusiaan," kata Diyah.

"Operasi militer yang dilancarkan pada etnis Rohingya jelas telah melanggar HAM penduduk sipil," tegas Diyah.

Faktanya lebih dari 100 orang meninggal dan ratusan orang ditangkap. Sementara itu 30.000 orang kehilangan tempat tinggal, 150.000 orang hidup tanpa makanan dan akses kesehatan yang memadai. Puluhan perempuan mengalami perkosaan dan lebih dari 1200 bangunan telah dibakar dan dihancurkan, termasuk masjid.
Karena itu, Nasyiatul Aisyiyah sebagai organisasi ramah perempuan dan anak menghimbau masyarakat Indonesia untuk bersimpati dan melakukan berbagai upaya sebagai bentuk kepedulian terhadap etnis Rohingya. Nasyiatul Aisyiyah juga menghimbau pemerintah untuk membantu permasalahan Rohingya dengan langkah diplomasi strategis.

"Selain itu, masyarakat dunia melalui PBB harus mampu menekan pemerintah Myanmar untuk membuka kembali akses bantuan kemanusiaan masuk ke Rakhine," papar Diyah. PBB sebaiknya memberi sanksi kepada Myanmar agar menghentikan tindakan represifnya pada etnis Rohingya," lanjutnya kemudian. (mona)

 

Berita Nasional

Shared:
Shared:
1