Haedar Nashir : Rohingya Ujian Bagi Rezim Pejuang Kemanusiaan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 22 November 2016 08:09 WIB

 

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA- Kita bangsa Indonesia sangat memprihatinkan dengan nasib rakyat Rohingnya. Setelah empat tahun menderita tekanan fisik dan nonfisik, kini kian menderita.

Sejumlah media memberitakan adanya pembakaran dan penyerangan besar-besaran terhadap kawasan Rohingya dengan banyak korban jiwa dan luka-luka. Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengatakan,  peristiwa tersebut sangat memprihatinkan dan dapat menjurus menjadi tragedi kemanusiaan yang mengenaskan.

“Kami berharap dunia internasional memperhatikan dan mengambil langkah tegas membela nasib Rohingya. Kami percaya pemerintah Indonesia juga melakukan langkah tegas dan proaktif sesuai kebijakan politik luar negerinya,” pungkas Haedar ketika diminta tanggapannya Selasa (22/11).

Lanjut Haedar, tragedi Rohingnya apapun peliknya benih konflik yang terjadi di Myanmar merupakan ujian bagi rezim penguasa Aung Sun Suu Kyi, yang dikenal sebagai pejuang demokrasi dan kemanusiaan.

“Buktikan bahwa minoritas Rohingya memperoleh hak dan perlakuan yang demokratis dan manusiawi,” tegas Haedar.

Haedar menyarankan, dalam mengatasi permasalahan tersebut dapat ditempuh dengan cara-cara damai, beradab, dan berperikemanusiaan.

“Bukan dengan kekerasan dan tangan besi. Rezim tangan besi sudah tak zamannya lagi di era modern yang menjunjungtinggi kemanusiaan universal. Pemerintah Suu Kyi tentunya paham itu,” tutup Haedar. (adam)

Shared:
Shared:
1