Dahlan Rais : Muhammadiyah Hanya Memberi, Tak Harap Kembali

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Senin, 21 November 2016 12:06 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BARRU - Banyak pihak yang menanyakan mengapa Muhammadiyah dapat eksis dan bertahan hingga lebih dari satu abad. Ahmad Dahlan Rais, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengatakan, Muhammadiyah dapat bertahan hingga saat ini dikarenakan Muhammadiyah hanya memberi, dan tidak pernah berharap kembali.

Lanjut Dahlan, Pimpinan Pusat Muhammadiyah pernah diundang suatu perkumpulan di Malaysia untuk berbagi rahasia umur panjang Muhammadiyah, namun PP Muhammadiyah bingung ketika ditanya demikian, dikarenakan di Muhammadiyah tidak ada rahasia tertentu.

“Setelah kami diskusikan, akhirnya kami memperoleh jawabannya bahwa rahasia umur panjang Muhammadiyah karena Muhammadiyah mampu memberi manfaat bagi orang banyak serta bagi bangsa dan negara, dan tidak pernah berharap Negara akan mengembalikan apa yang telah Muhammadiyah baktikan,” pungkas Dahlan dalam acara Milad Muhammadiyah ke 104 yang diadakan di Alun-Alun Colliq Pujie, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, Ahad (20/11).

Banyak pihak yang ingin mengetahui apa rahasia umur panjang Muhammadiyah, karena sangat jarang pergerakan di Indonesia dan di dunia internasional mampu bertahan hidup hingga lebih dari satu abad.

“Muhammadiyah adalah organisasi yang sehat, tidak uzur, tidak pelupa, dan prinsip Muhammadiyah yaitu bekerja, beramal, dan berkarya,” lanjut Dahlan.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Prof Ambo mengatakan, Muhammadiyah akan terus-menerus melakukan gerakan tajdid atau pembaharuan.

“Kita juga akan terus-menerus mengaktifkan pengajian, mulai tingkat wilayah, daerah, cabang, hingga ranting. Islam harus terus-menerus dipelajari dari sumbernya, yaitu Al-qur’an dan hadits. Oleh karena itulah, saya meminta kepada seluruh pengurus Muhammadiyah dan pimpinan amal usaha Muhammadiyah, agar terus-menerus menggalakkan pengajian,” papar Ambo.

Terdapat berbagai serangkaian acara milad Muhammadiyah di tingkat wilayah Sulawesi Selatan, yaitu diawali dengan peragaan Senam Pelajar Muhammadiyah, peluncuran Senam Pelajar Muhammadiyah, penandatanganan perjanjian kerjasama (MoU) antara Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kokam (Resimen Mahasiswa) dengan Pemuda Muhammadiyah Sidrap dan STKIP Muhammadiyah Sidrap. (adam)

Kontributor: Kasri Riswandi

 

Shared:
Shared:
1