Muhammadiyah Penopang Utama Bangsa

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 20 November 2016 18:59 WIB

 

MUAMMADIYAH.OR.ID, KUDUS—Dalam rangka memperingati Milad Muhammadiyah ke 107 H / 104 M Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kudus menggelar acara puncak dari serangkaian acara yang telah dilaksanakan dari bulan Oktober. Sabtu (19/11) bertempat di Aula PDM Kudus digelar Resepsi Milad Muhammadiyah, yang dihadiri oleh ratusan warga Muhammadiyah di Kabupaten Kudus.

Achmad Hilal Madjdi, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kudus mengatakan jika warga Muhammadiyah harus mempunyai jiwa saling memiliki terhadap persyarikatan. Karena dukungan dari warga itulah yang mampu membesarkan Muhammadiyah hingga saat ini.

“Menumbuhkan rasa kecintaan terhadap islam dan persyarikatan adalah salah satu ciri khas pengkaderan yang diterapkan Muhammadiyah. Karena melalui hal itu keduanya akan berjalan bersama dan tidak terpisahkan. Selain hal itu dengan kebersamaan tentu akan menjaga keragaman dan ikut serta dalam membantu pemerintahan dalam mengaplikasikan sikap untuk menyejahterakan umat,” pungkas Achmad.

Sementara itu, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah, Musman Tholib berpesan jika momen peringatan milad ini untuk digunakan sebaik-baiknya dalam rangka mengaplikasikan segala yang terkandung dalam Al Quran dan Assunnah. Karena melalui keduanya semua sistem akan dengan mudah terselesaikan.

“Milad di Muhammadiyaah ialah cara untuk kita bersyukur kepada Allah karena kita dapat terus diberi kemudahan untuk berjalan bersama seirama di jalan Allah, kemudian milad ini juga merupakan cara Muhammadiyah untuk saling bersilaturrahim antar pimpinan bersama warganya,” tutur Musman.

Lanjut Musman,  kita juga harus terus menggali kreativitas dan inovasi dalam pemenuhan segala kebutuhan yang diperlukan masyarakat, dan yang terakhir adalah acara milad merupakan langkah awal kedepan untuk terus melakukan perubahan demi tercapainya Indonesia Berkemajuan.

Selain itu Musman juga berpesan jika sikap Muhammadiyah dalam menghadapi masalah yang sangat urgen adalah dikembalikan pada Al Quran dan Assunnah, karena itu merupakan norma islam dan pedoman bagi setiap umat islam.

“Hal itu sudah diatur didalamnya, sehingga jika akan berorganisasi, bermasyarakat ataupun hal lain sudah ada ketentuannya,” tegas Musman.

Muhammadiyah juga turut menyelamatkan generasi muda dari segala bentuk kemaksiatan, karena Muhammadiyah mulai mengkader generasinya sejak dini, sehingga diharapkan generasi Muhammadiyah dapat terhindar dari tawuran, miras dan sex yang nyatanya sangat merugikan.

“Penguatan aqidah menjadi hal utama dalam pengkaderan sehingga hidup bermasyarakat akan lebih terarah. Kemudian kita mengerahkan segala daya upaya dan potensi dari setiap kader untuk ikut andil dalam memajukan Muhammadiyah dan semua ortomnya,” tutup Musman. (adam)

Kontributor: Drajat Setiawan

Shared:
Shared:
1