Tiga Poin Krusial yang Dibahas pada Konsolidasi Nasional Muhammadiyah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 18 November 2016 13:06 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID YOGYAKARTA – Setiap organisasi memiliki cita-cita dan goals yang harus dijadikan acuan bagaimana alur organisasi berjalan. Goals juga merupakan salah satu pendorong organisasi agar memiliki strategi dan perjuangan sehingga tercapailah goals tersebut.

Urgensi tentang pemahaman cita-cita dan pembaruan strategi organisasi, telah disampaikan oleh Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah di hadapan Pimpinan Wilayah, Ortom, Lembaga dan Maejlis dalam agenda Konsolidasi Nasional Muhammadiyah (17/11).

“Konsolidasi digelar untuk menyeragamkan kembali cita-cita dan harapan Muhammadiyah, seiring banyaknya dinamika yang terjadi di Indonesia,” ujar Haedar.

Poin krusial yang dibahas dalam Konsolidasi Nasional yang diselenggarakan di Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta (UNISA) diantaranya penguatan kembali program proritas Muhammadiyah dan memperteguh pendekatan dakwah serta melakukan upaya preventif terhadap menjamurnya gerakan-gerakan pendekatan yang dilakukan oleh aktivis kiri dan non-muslim.

“Hal ini sebagai refleksi, agar kita kembali menguatkan ambisi dakwah kita, jangan sampai kita seolah menjadi gajah bengkak, yang besar tapi susah bergerak,” papar Haedar.

Lebih lanjut disebutkan oleh Haedar bahwa poin krusial lainnya yakni mencetak Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang baru, hal tersebut merupakan salah satu cara untuk mencegah kesenjangan ekonomi yang terjadi di Indonesia. Pendirian dan penguatan AUM harus disesuaikan dengan marwah Muhammadiyah yang meliputi bidang penyantunan kaum dhuafa, pendidikan dan kesehatan.

“Maka, Muhammadiyah harus memiliki kekuatan yang efektif serta mampu meningkatkan kecerdasan artikulatif,” tutup Haedar.

 

Reporter : Nisa Pujiana

 

Shared:
Shared:
1