Arsip Muhammadiyah Merupakan Bukti Otentik Pergerakan Muhammadiyah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 18 November 2016 10:30 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, BANTUL – Diskusi bertemakan “Muhammadiyah dalam Lorong Waktu” turut menyemarakkan pagelaran pameran arsip dan dokumentasi sejarah Muhammadiyah, yang diadakan dalam ragka memperingati milad Muhammadiyah ke 104 tahun.

Terdapat tiga pembicara dalam acara diskusi yang diselenngarakan pada Jumat (18/11) diantaranya yaitu Abdul Munir Mulkhan, Muhammad Yuanda Zara, dan Widiyastuti.

Menurut Mulkhan seharusnya Muhammadiyah memiliki program khusus untuk melestarikan arsip-arsip yang dimiliki. Adapun cara untuk melestarikannya yaitu dengan menulis ulang secara tematik, misalkan dengan membuat buku.

Ia berpendapat catatan ringan atau arsip tersebut adalah bukti otentik pergerakan yang tidak dapat terbantahkan lagi seperti ungkapan tonggak masa depan yang tak terbaca.

“Sampai saat ini belum ada mata kearsipan di tubuh persyarikatan yang memadai sehingga sebenarnya sangat sayang sekali apabila bukti otentik itu tidak tersimpan dengan baik,” Kata Mulkhan di Lantai Dasar Masjid KH. Ahmad Dahlan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).

Dalam sejarah, lanjut MulKhan, Muhammadiyah banyak mendirikan sekolah, rumah sakit, panti asuhan dan masih banyak lainnya yang murni merupakan aksi sosial. Hal-hal yang seperti ini perlu diperhatikan, bahwasannya tanpa arsip-arsip terdahulu seluruh warga Muhammadiyah tidak akan paham secara utuh perkembangan dan proses yang dilalui persyarikatan.

“Banyak lembaga-lembaga islami lain yang kebelet menjadi Muhammadiyah, maksudnya banyak lembaga islam lain yang juga ingin mendirikan sekolah, rumah sakit, dan masih banyak yang lain yang telah dilakukan Muhammadiyah,” jelas Mulkhan.

Mulkhan berharap kedepan Muhammadiyah lebih matang dalam mengurusi persoalan kearsipan akan harta berharga ini nantinya dapat digunakan lagi sebagai acuan pemimpin Muhammadiyah kedepan. (adam)

 

Reporter : Syifa Rosyiana Dewi 

Shared:
Shared:
1