Rapatkan Barisan, Jadikan Kejahatan Narkoba Musuh Bersama

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 23 Februari 2012 21:54 WIB

Jakarta -  Kejahatan  narkoba perlu dihadapi sebagai musuh bersama dengan merapatkan barisan dari segenap komponen bangsa. “Kejahatan Narkoba adalah kejahatan kemanusiaan yang terorganisir, berskala internasional, dilakukan secara konsepsional, sistematis. Modus operandinya berubah-rubah dengan dana tidak terbatas,” kata Hendry Yosodiningrat, Ketua Umum DPP Granat (Gerakan Anti Narkotika).

Berbicara dalam Pengajian Bulanan Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah di Jakarta, Kamis malam (23/2),  Hendry mengingatkan, kejahatan narkoba benar-benar dapat menghancurkan kehidupan bangsa karena sasarannya  adalah generasi muda.  “Kejahatan ini masuk ke semua lembaga pendidikan, termasuk pendidkan agama, kelompok berprestasi, bahkan juga di kalangan TNI dan Polri,” ucap Hendry yang juga dikenal sebagai pengacara senior ini.

Dalam pengajian mengambil tema “Narkoba Sumber Malapetaka Kehidupan dan Kehancuran Bangsa” ini, Hendry tampil bersama Hengky Tarnado, selebritis yang merasakan betapa berbahaya narkoba. Menurut Hendry, kejahatan narkoba seharusnya ditempatkan paling atas, bukan di bawah terorisme, korupsi, illegal mining dan loging. “Bayangkan, jumlah kematian akibat narkoba setiap hari 50 orang atau sebulan 1.500 orang, dan berapa orang kalau dalam setahun? Dana masyarakat yang dibawa keluar , bila dilihat dari angka pengguna sekitar 5 juta orang dikali rata-rata 200 ribu, maka jumlahnya 1 trilyun atau setahun 365 trilyun,” ucap Hendry lagi.

Hendry berharap, perlu ada metoda yang dapat mengingatkan setiap orang tentang bahaya narkoba. Selama ini korban kejahatan narkoba tidak hanya mereka dari keluarga yang tidak harmonis tapi siapa saja dapat terkena, b ila tidak menyadari dan mewaspadai telah disusupi kejahatan narkoba. Awalnya, siapapun tidak menginginkan menggunakan narkoba, namun karena tidak menyadari dari lingkungan, seperti teman, tiba-tiba telah menjadi koban narkoba. “Anak-anak kita tidak mempersiapkan diri untuk menggunakan narkoba, tapi ada yang mempersiapkannya, bisa lewat teman, lingkungan yang tidak diketahui sang anak,” kata Hendry dalam acara yang dipandu Dr. H. Najamuddin Ramly ini.

Sementara itu Sekretaris PP Muhammadiyah, Dr. H. Abdul Mukti, M.Ed, saat mengawali pengajian mengatakan, hal-hal yang tidak baik, seperti kejahatan narkoba kini cenderung meningkat, sementara hal-hal yang baik malah menurun. Apa yang terjadi  23 Januari, saat Imlek, di Tugu Tani, 9 tewas karena ditabrak oleh seorang wanita karena menggunakan narkoba, cukup menjadi bukti betapa bahayanya narkoba, begitu pula minuman keras. “Tragedi pas pada Imlek itu cukup membangunkan kesadaran publik  terhadap bahaya narkoba,” ucap Mukti, yang mengingatkan Islam sudah sejak awal men gingatkan  tentang larangan khamr, minuman keras, perjudian  yang kini juga termasuk narkoba.

Menurut Mukti, meningkatnya kejahatan narkoba dapat sebagai peringatan terhadap kegiatan dakwah yangv dilakukan selama ini. “Peningkatan narkoba, miras, dapat juga sebagai pertanda gagalnya dakwah,” ucap Mufti. Mereka yang terkena narkoba, miras, dapat saja karena menghadapi masalah kehidupan dan tidak mengatasinya lewat pencarian spiritual, ibadah. “Apa yang dialami penyanyi terkenal, Whitney Houston, dia  menghadapi masalah keluarga dan tidak mendapatkan perlindungan dari kehidupan keluarga yang harmonis,” ujar Sekretartis PP Muhammadiyah ini.  (uy)       

Shared:
Shared:
1