Wartawan Jogja Diminta Ikut Mengurangi Risiko Bencana

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Kamis, 23 Februari 2012 11:09 WIB

 

Bantul – Peran wartawan sebagai pembuat berita yang menjadi konsumsi masyarakat sangat strategis untuk mengingatkan masyarakat bahwa banyak bencana yang terjadi akibat ulah dari manusia, seperti banjir. “Kalau membuat berita, seperti banjir, tolong titip disisipkan pesan bahwa itu semua terjadi karena ulah manusia,” kata Suwandi Danu Subrata, dari Pimpinan Muhammadiyah Kab. Bantul dalam acara pelatihan PPGD untuk wartawan media cetak elektronik di Yogyakarta.

“Mari kita berpartisipasi dalam rangka mengurangi beban derita korban bencana, sekaligus juga untuk mengembalikan manusia ke jalan tuhan,” jelas Suwandi kemudian. Hal tersebut menurutnya supaya tidak ada kesombongan yang pada akhirnya menimbulkan bencana, seperti kisah kesombongan pembuatan kapal Titanic yang mengatakan bahwa Tuhan saja tidak bisa merusaknya”.

Lebih lanjut menurut Suwandi, penanggulangan bencana memang harus dilakukan, namun sebelum itu, bagaimana kita berikhtiar agar dampak bencana tidak besar, adalah menjadi pekerjaan yang tidak kalah penting. "Dengan liputan berita yang disisipi pesan penyadaran, menurutnya akan menjadi sinergi yang akan menggelitik banyak orang," tegasnya.

Pelatihan PPGD untuk wartawan yang diselenggarakan di RS PKU Muhammadiyah Bantul ini diikuti oleh 24 orang wartawan. Para wartawan tersebut akan mendapatkan materi Management Disaster &  Emergency, Bantuan Hidup Dasar (BHD), Initial Assesment, Stabilisasi & Transportasi, Cara Minta Tolong / Call For Help yang akan disampaikan oleh Budi Santoso, Management Disaster &  Emergency, Dr. Junaedi, Sp.B (Spesialis Bedah), Latif Widodo, S.Kep.Ns, Indra Prasetyantoro, S.Kep, Dr. Zainul Arif , semua anggota DMC RS PKU Muhammadiyah Bantul.

Shared:
Shared:
1