Nasyiatul Aisyiyah Jenguk Balita Korban Bom Samarinda

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 15 November 2016 18:42 WIB
 
 
MUHAMMADIYAH.OR.ID, SAMARINDA- Selasa pagi (15/11/2016), Diyah Puspitarini, Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah menjenguk balita korban ledakan bom Samarinda, Trinity Hutahaean (4 tahun) di RS AW Sjahranie, Samarinda, Kalimantan Timur. 
 
Pada kesempatan itu, Diyah menyampaikan dukungan moril untuk keluarga korban. "Saya mewakili teman-teman dari Nasyiatul Aisyiyah menyampaikan duka yang mendalam untuk anak-anak balita korban bom Samarinda. Semoga keluarga korban diberikan kekuatan dan kesabaran," ucap Diyah. 
 
"Sedih rasanya melihat keadaan anak-anak itu," lanjut Diyah. Menurutnya, anak sekecil itu tidak seharusnya menanggung derita yang teramat berat. "Luka bakar akibat ledakan bom molotov telah mengambil keceriaan mereka saat bermain bersama," ujar Diyah. 
 
Diyah berharap pelaku peledakan bom dapat ditindak tegas dan dihukum seberat-beratnya. Peledakan bom di tempat ibadah merupakan perbuatan yang tidak beradab dan tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan dan ajaran Islam. 
 
Hal ini menjadi perhatian Nasyiatul Aisyiyah, organisasi perempuan muda Muhammadiyah yang ramah perempuan dan anak. Nasyiatul Aisyiyah akan bekerjasama dengan berbagai pihak untuk memberikan advokasi dan dukungan bagi keluarga korban. "Sangat disesalkan, korban yang masih balita merupakan generasi bangsa yang masih memiliki banyak kesempatan untuk berkarya," jelas Diyah. 
 
Diyah juga mengungkapkan kekagumannya pada kebesaran hati keluarga korban. "Walaupun anak balitanya menjadi korban, ibu korban telah memaafkan pelaku peledakan bom. Mereka menyerahkan sepenuhnya masalah ini kepada pihak yang berwenang," sambung Diyah. 
 
Empat anak balita yang sedang bermain menjadi korban dari ledakan bom molotov di depan gereja Oikumene, Sengkotek, Samarinda, Kalimantan Timur, Ahad pagi (13/11/2016). Satu orang diantaranya bahkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis. (adam)
Shared:
Shared:
1