Milad 104 Muhammadiyah : Membangun Karakter Indonesia Berkemajuan

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 15 November 2016 13:50 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA- Resepsi Milad Muhammadiyah akan segera dilaksanakan pada kamis 17 November  2016 di Sportorium Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Agenda ini merupakan salah satu agenda besar Persyarikatan.

Dengan mengusung tema “Membangun Karakter Indonesia Berkemajuan” panita milad Muhammadiyah mencannangkan akan mengundang 10.000 warga Muhammadiyah untuk memeriahkan agenda resepsi milad tersebut.

Menurut Dr. M. Nurul Yamin M.Si,  Ketua Panitia Milad Muhammadiyah ke 104, kondisi Indonesia akhir-akhir ini mengalami kerentanan karakter.

“Memang Indonesia memiliki kemajuan namun juga mengalami kehilangan karakter,” pungkas Yamin, Rabu (15/11) dalam acara Press Conference yang diselenggarakan di Aula Pimpinan Pusat Muhammadiyah Cik Ditiro Yogyakarta.

“Lewat resepsi milad Muhammadiyah ini kami akan mengusung kemajuan yang berkarakter Indonesia, karena Muhammadiyah memiliki peran penting dalam menjaga kebinekaan negara Indonesia,” lanjut Yamin.

Yamin menegaskan bahwa dalam acara ini nanti akan mengedepankan tiga aspek diantaranya ke Indonesiaan, Kemajuan dan Keislaman. Agenda milad dalam nuansa historis tentang Muhammadiyah diawali dengan pameran foto, arsip, dokumen dan artefak yang menjadi satu cerminan gerakan dan menjawab tantangan masyarakat tentang dugaan bahwa Muhammadiyah tidak konsen pada arsip dan benda bersejarah.

Lebih lanjut, Yamin mengatakan pameran ini sebagai media pembelajaran bagi kader Muhammadiyah untuk memahami jejak perjalanan persyarikatan. Selain itu dalam agenda pameran ini juga akan diselenggarakan diskusi yang mengangkat tema “Muhammadiyah dalam Lorong Waktu” yang akan diisi oleh tiga narasumber diantaranya Munir Mulhan, Yuanda Zahra, dan Muchlas MT, yang ketiganya merupakan pengamat sejarah.

Yamin memaparkan rangkaian acara milad Muhammadiyah terdiri dari Muhammadiyah Award yang akan diberikan kepada guru dari daerah terpencil, guru TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA), dan karya kreatif sekolah-sekolah Muhammadiyah, kemudian terdapat penampilan sendra tari kolosal yang diikuti 250 siswa dari sekolah Muhammadiyah, Seni Tradisional Madihin dari Banjarmasin Kalimantan Selatan, penampilan da’I ciliki Wildan dari SD Muhammadiyah Plus Salatiga, dan Teleconference dari Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah dari Jerman, Kairo, dan Australia. (adam)

Reporter : Syifa Rosyiana Dewi

 

Shared:
Shared:
1