Syafiq Mughni : Lembaga Dakwah Khusus Harus Bersinergi Dengan Berbagai Pihak

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Selasa, 15 November 2016 10:12 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA –  Bagi Muhammadiyah, model dakwah pencerahan berbasis komunitas merupakan bentuk aktualisasi dakwah islam yang diperankan dengan perhatian dan fokus ada pada kelompok-kelompok sosial khusus yang disebut “komunitas”.

Berkaitan dengan hal itu Lembaga Dakwah Khusus (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyelenggarakan Rapat Koordinasi dan Halaqoh Nasional Da’i Khusus di Fakultas Teknik UniversitasMuhammadiyah Jakarta Cempaka Putih(11-13/11).

Mengangkat tema “Semangat Dakwah untuk Pencerahan Komunitas dan Suku Terasing”, kegiatan ini diikuti oleh 114 peserta dari seluruh Indonesia. Selain dalam rangka silaturahim dan berbagi pengalaman dakwah, kegiatan ini juga bertujuan untuk merumuskan strategi dakwah khusus dan koordinasi dakwah khusus dan dai komunitas.

Muhammad Ziyad, Ketua LDK PP Muhammadiyahmenyampaikan bahwa banyaknya komunitas yang belum tersentuh di daerah-daerah terpencil dan permasalahan yang menyangkut generasi negeri ini membuat LDK PP Muhammadiyah tidak mampu untuk bekerja sendirian, karenanya perlu andil Pimpinan Wilayah Muhammadiyah.

“Rapat koordinasi kali ini adalah kesempatan kita untuk saling sharing, karena tidak semuanya sanggup dilakukan oleh PP Muhammadiyah, karena itu harus ada kerjasama dengan pimpinan wilayah,” ujarnya saat memberikan sambutan pada pembukaan acara.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Syafiq A.Mughni, Ketua PP Muhammadiyah, bahwasannya apa yang dilakukan oleh LDK lebih luas dibanding dengan kegiatan Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus (MTDK)dulu.

“Dahulu konsentrasinya adalah masyarakat terasing, masyarakat terpencil atau terluar, tetapi sekarang  juga untuk melakukan dakwah di komunitas yang memerlukan penanganan khusus di bidang dakwah,” terang Syafiq.

Mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Sidoarjo ini juga menjelaskan bahwa dakwah khusus menyangkut berbagai aspek, dimulai dari aspek ekonomi, pendidikan, kesehatan dan juga pemberdayaan masyarakat yang juga menjadi konsentrasi majelis dan lembaga yang ada di persyarikatan.

Maka, menurut Syafiq, perlu adanya sinergi dengan majelis-lembaga yang sudah ada. “Tidak mungkin kita bekerja sendirian, tetapi potensi yang ada di perysarikatan Muhammadiyah itu kita manfaatkan bersama-sama di bawah komando dari Lembaga Dakwah Khusus ini.” pesannya. (mona)

 

Reporter : Raipan Rifansyah

Berita Nasional

 

Shared:
Shared:
1