Bersama Kemendikbud, Muhammadiyah Lantik Tim Siaga Bencana Sekolah

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Minggu, 13 November 2016 04:43 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID, MALANG– Praktek-praktek kebencanaan di sekolah di Indonesia saat ini menjadi percontohan negara lain. Bahkan saat ini Indonesia menjadi leader bencana bidang pendidikan di ASEAN

“Saat ini bencana bukan lagi masalah lagi. Indonesia menjadi tempat belajar pengurangan resiko bencana (PRB),” jelas Arif Nur Kholis, Sekrtetaris Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) PP Muhammadiyah saat memberikan sambutan dalam pelantikan tim siaga sekolah di perguruan Muhammadiyah Oro-oro Dowo Kota Malang (12/11).

Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) atau yang lebih dikenal dengan  Muhammadiyah Disasters Management Center (MDMC) bersama Kementerian Pendidikan dan kebudayaan RI melalui Direktorat Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus (PK-PLK) melaksanankan Program Implementasi Sekolah/Madrasah Luar Biasa (LB) dan Inklusi Aman dari Bencana Pertama di Kota Malang. 

SMP Muhammadiyah 2 dan SMA Muhammadiyah 1  merupakan sekolah inklusi Muhammadiyah resmi memiliki tim siaga bencana. Selain itu, ada dua sekolah lain yang juga dilantik pada momen yang sama, yaitu SMA LB-B YPTB Malangdan SMP LB-B YPTB Malang.

“Kemendikbud bersama MDMC bermaksud untuk dapat menyebarkan pengetahuan mengenai pengurangan resiko bencana berikut fasilitas sekolah yang aman dan manajemen bencana di sekolah melalui guru maupun fasilitator,” kata Budi Santoso, Penanggung jawab program Sekolah Aman Bencana.

“Komitmen Kemendikbud dan MDMC sebagai organisasi dibawah bendera Muhammadiyah, bersama-sama mewujudkan sekolah aman bencana diseluruh Indonesia  diawali dengan kota Malang,” ujar Budi Santoso.

Tim Siaga Bencana dari keempat sekolah tersebut dilantik oleh Mendikbud yang diwakili oleh Nasrullah, staff khusus Bidang Komunikasi Publik. Selain itu, kegiatan ini dihadiri juga oleh BPBD Kota Malang, Dinas Pendidikan Kota Malang, Pimpinan daerah Muhammadiyah(PDM)dan Aisyiyah Kota Malang.

“Pada akhir pelaksanaan program ini, akan ada simulasi yang bertujuan untuk  menguji coba dokumen kedaruratan sekolah luar biasa dan inklusi,” kata Fathoni, Ketua LPB PDM Kota Malang.(mona)

 

 

Shared:
Shared:
1