Duta Besar Amerika Ajak Nasyiatul Aisyiyah Diskusi Terkait Isu-Isu Perempuan Global

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Sabtu, 12 November 2016 09:32 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA- Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (NA) menjadi tuan rumah diskusi roundtable dengan Duta Besar Amerika Serikat yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Catherine Russell. Pertemuan tersebut membahas mengenai isu perempuan global.

Dubes Cathy dalam kunjungannya di Indonesia tertarik untuk mengetahui permasalahan-permasalahan perempuan di Indonesia. Ia ingin mengetahui apakah perempuan di Indonesia yang berkiprah di luar rumah masih dianggap menyalahi kodratnya.

Menjawab pertanyaan Dubes Cathy, Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah,  Diyah Puspitarini mengutarakan, bagi NA beraktifitas di luar rumah bagi perempuan bukanlah suatu permasalahan.  Salah satunya yaitu keberhasilan aktivis-aktivis Nasyiatul Aisyiyah dalam meyakinkan keluarga agar bisa beraktivitas di luar rumah dan dalam mengatur pola manajemen relasi keluarga.

Selain itu, Dubes Cathy juga bertanya mengenai praktek sunat perempuan. Ia mempunyai asumsi jika praktek semacam itu masih susah diberantas di Indonesia. Akan tetapi, hal ini dibantah oleh Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah,  Diyah Puspitarini.

“"Meskipun saya salah satu korban dari praktek ini,  faktanya praktek sunat perempuan sudah mulai jauh berkurang, terutama di kota-kota besar. Tenaga medis juga tidak menganjurkan praktek sunat perempuan ini karena tidak ada manfaatnya bagi kesehatan,"  ujar Diyah Rabu (9/11) di Gedung PP Muhammadiyah Menteng Raya, Jakarta.

Banyak hal yang juga dibahas dalam diskusi tersebut, diantaranya masalah pernikahan anak di bawah umur,  perdagangan perempuan, peningkatan akses kuota perempuan di ranah publik, dan pemberdayaan ekonomi perempuan. (adam)

Shared:
Shared:
1