Busyro Muqoddas: Kader Muhammadiyah Harus Kuasai Misi Profetik

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 11 November 2016 20:42 WIB

 

MUHAMMADIYAH.OR.ID WATES –Pendidikan komplementer merupakan pendidikan pelengkap yang bertujuan untuk menyempurnakan ilmu-ilmu yang tidak didapat pada pendidikan formal atau sekolah. Bentuk pendidikan komplementer dapat diwujudkan dalam berbagai macam kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Pentingnya pendidikan komplementer seperti disampaikan Busyro Muqoddas, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dalam pembukaan acara Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat (SEKAM), Jum’at (11/11) di wisma Sermo Asri Kulonprogo.

SEKAM merupakan bentuk kegiatan pendidikan komplementer yang dicanangkan oleh Majelis Pemberdayaan Masyarakat (MPM), kegiatan tersebut bertujuan untuk  memberikan pelatihan pada generasi muda agar kelak siap menjadi pemimpin.

“SEKAM ini merupakan salah satu kegiatan egaliter yang menegaskan bahwa Muhammadiyah memiliki komitmen untuk bermasyarakat,” kata Busyro.

Lebih lanjut Busyro menjelaskan bahwa kegiatan SEKAM merupakan salah satu bentuk dari misi profetik yang berfokus pada bidang humanisasi. Kegiatan yang melibatkan 63 peserta yang berasal dari berbagai macam perwakilan PWM, PDM dan mahasiswa ini merupakan sebuah modal awal agar kader muda Muhammadiyah dapat meneruskan perjuangan dakwah Muhammadiyah dengan semangat profetik.

“Kader Muhammadiyah sejak dini harus dilatih agar mampu kuasai misi profetik, yakni librasi, humanisasi dan transendensi,” ujar Busyro.

Busyro juga menjelaskan bahwa Muhammadiyah yang memiliki khittah sebagai gerakan dakwah pencerahan, berkemajuan dan sosial masyarakat, memiliki peran penting untuk menciptakan masyarakat madani yang mandiri dan berani berubah untuk kemaslahatan umat.

Lanjut Busyro, kegiatan berbasis pelatihan kemasyarakatan seperti SEKAM ini merupakan salah satu solusi di tengah krisis moral yang sedang terjadi di Indonesia. Harapan dari kegiatan ini adalah, Muhammadiyah dapat mencetak pemimpin-pemimpin yang sejalan dengan misi profetik atau misi kenabian.

“Berbanggalah menjadi kader Muhammadiyah yang selalu memiliki semangat dakwah berkemajuan dan  profetik,” tutup Busyro. (adam)

Reporter : Nisa Pujiana

 

Shared:
Shared:
1