Dahnil Anzar : Tokoh Publik Harus dapat Menggunakan Lisannya dengan Baik

Author : Pimpinan Pusat Muhammadiyah | Jum'at, 11 November 2016 20:09 WIB

MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA- Menanggapi situasi komunikasi publik yang semakin tidak terkendali di masyakat saat ini, terutama melalui media sosial, Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah menyelenggarakan Diskusi Publik dengan tema “Politik, Pemimpin dan Komunikasi Publik” di Auditorium KH. Ahmad Dahlan Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta, Kamis (10/11).

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak, dalam sambutannya mengatakan bahwa belakangan ini peradaban publik cukup kotor,  dan dipenuhi ‘sampah’ komunikasi.

Dijelaskan Dahnil, banyak pemutar balikan fakta yang dilakukan oleh oknum tertentu kerap kali menjadi sumber konflik suatu masyarakat, termasuk menyudutkan agama Islam dalam beberapa kasus.

“Kelompok Islam harus mulai sadar dengan pola-pola seperti ini, kita disudutkan dengan cara-cara begini,” ucap Dahnil.

Dahnil juga menyampaikan agar seluruh tokoh publik dapat menggunakan lisannya  untuk berkata dengan baik. “Kita harus mengingatkan semua tokoh publik, mengingatkan semua politisi, mengingatkan semua tokoh agama untuk menggunakan lisannya dengan baik, lisannya jangan ugal-ugalan,” pungkas Dahnil.

Di akhir sambutannya Dahnil berharap semoga diskusi ini dapat menjadi pesan kepada masyarakat Indonesia agar dapat bertutur kata dengan baik. “Semoga diskusi ini menjadi pesan, dapat menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya pemimpin Negeri, politisi, tokoh agama dan sebagainya, untuk menjaga lisannya dengan baik dan tidak ugal-ugalan,” tutup Dahnil.

Hadir sebagai narasumber dalam diskusi tersebut, sekretaris LHKI PP Muhamadiyah Wahid Ridwan, Wakil Ketua MPK PP Muhammadiyah Faiz Rafdhi dan Sekjen MUI Amirsyah Tambunan dan acara dipandu oleh Sekretaris Bidang Informasi dan Komunikasi Pemuda Muhammadiyah, Siswanto Rawali.(adam)

 

Reporter :  Raipan

 

 

 

Shared:
Shared:
1